22 Sekolah di Bandung Hentikan PTM Terbatas 

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Petugas kesehatan melakukan tes usap antigen ke pelajar di SDN 015 Kresna, Cicendo, Kota Bandung.
Petugas kesehatan melakukan tes usap antigen ke pelajar di SDN 015 Kresna, Cicendo, Kota Bandung. | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 22 sekolah di Kota Bandung menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akibat terdapat kasus Covid-19 melebihi angka 5 persen. Total siswa dan guru yang positif Covid-19 pada 157 sekolah yang dilakukan tes PCR, sebanyak 117 orang.

"Ya (dihentikan)," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra saat dikonfirmasi, Selasa (26/10).

Dia mengaku, telah mendapatkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bandung pada Selasa (26/10) siang yaitu tes PCR telah dilakukan di 157 sekolah dari target 212 sekolah. Sampel yang telah diperiksa sebanyak 5.993 dan hasilnya yang sudah keluar sebanyak 3.530.

"Dengan hasil positif 117 orang 3 persen, negatif 3.413 orang  97 persen," katanya. Ia menambahkan, dari 117 orang yang positif terdiri dari 105 siswa dan 12 orang guru.

Cucu mengatakan, siswa dan guru yang positif Covid-19 di atas 5 persen sebanyak 22 sekolah, 1-5 persen 33 sekolah dan 40 sekolah berada di nol persen. Pihaknya mengaku, akan melakukan evaluasi setelah tes PCR sudah selesai 100 persen. "Nanti kita evaluasi di akhir setelah 100 persen survei," katanya.

Cucu menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang tindak lanjut hasil surveilans kepada seluruh sekolah yang menggelar PTM terbatas. Bagi sekolah yang terdapat hasil tes PCR dari 0 hingga 1 persen di lakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar sedangkan PTM tetap berjalan.

Sedangkan di angka 1 hingga 5 persen dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar, mengetes semua rombongan belajar dan karantina semua anggota rombongan belajar. Apabila lebih dari 5 persen maka isolasi mandiri dan PTM dihentikan sementara sampai semua anggota sekolah.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku, pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan PTM terbatas termasuk temuan kasus Covid-19 pada siswa dan guru. "Sedang dievaluasi oleh pak Ema," katanya.

Terkait


Kewajiban PCR Sebelum Terbang Picu Petisi Penolakan

Harga PCR Rp 300 Ribu, Ridwan Kamil: Kalau Bisa Lebih Murah

Surakarta Siapkan Isolasi Terpusat untuk Anak

Wacana Wajib Tes PCR untuk Semua Moda Transportasi

Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 di Bandung Terus Bertambah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image