Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Utusan AS Desak Korut Akhiri Provokasi, Utamakan Dialog

Senin 25 Oct 2021 10:30 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Utusan khusus AS tegaskan ingin denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea. Ilustrasi.

Utusan khusus AS tegaskan ingin denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea. Ilustrasi.

Foto: Reuters/Damir Sagolj
Utusan khusus AS tegaskan ingin denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Korea Utara (Korut) Sung Kim mendesak agak Korut mengakhiri segala provokasi yang dilakukan. Dia menyinggung soal uji coba rudal balistik Korut yang mengkhawatirkan dan kontraproduktif untuk upaya mengurangi ketegangan.

Dia juga menyayangkan seharusnya Korut terlibat dalam pembicaraan bukan justru melakukan provokasi. Berbicara kepada wartawan setelah bertemu dengan mitranya di Seoul, Sung Kim mengatakan AS berkomitmen untuk mengeksplorasi diplomasi yang berkelanjutan dan substantif dengan Korut.

Baca Juga

"Tujuan kami tetap denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea," ujar Kim seperti dikutip laman Channel News Asia, Ahad (24/10). "Itulah mengapa uji coba rudal balistik Pyongyang baru-baru ini, salah satu dari beberapa uji coba dalam enam pekan terakhir, mengkhawatirkan dan kontraproduktif untuk membuat kemajuan menuju perdamaian abadi di semenanjung Korea," ujarnya menambahkan.

Sejauh ini Pyongyang sejauh menolak tawaran AS. Negara pimpinan Kim Jong-un itu menuduh Washington dan Seoul membicarakan diplomasi sambil meningkatkan ketegangan dengan kegiatan militer mereka sendiri.

Pada Kamis pekan lalu, Korut mengatakan AS bereaksi berlebihan terhadap uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam. Korut memiliki argumen bahwa uji cobanya itu sebagai bentuk pertahanan diri. Korut malah mempertanyakan ketulusan tawaran pembicaraan Washington sampai memperingatkan konsekuensinya.

Kendati demikian, menurut Sung Kim peluncuran itu melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menimbulkan ancaman bagi tetangga Korut dan masyarakat internasional. "Kami menyerukan kepada DPRK untuk menghentikan provokasi dan kegiatan destabilisasi lainnya dan terlibat dalam dialog," katanya menggunakan inisial nama resmi Korea Utara.

"Kami tetap siap untuk bertemu dengan DPRK tanpa prasyarat dan kami telah menjelaskan AS tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK," tegasnya.

Utusan nuklir Korea Selatan Noh Kyu-duk mengatakan pembicaraannya dengan Sung Kim mencakup diskusi serius tentang proposal Seoul untuk secara resmi menyatakan diakhirinya keadaan perang yang secara teknis telah ada sejak 1950 hingga 1953. Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata bukan perjanjian damai.

Pejabat Korea Selatan melihat deklarasi seperti itu sebagai isyarat niat baik untuk memulai pembicaraan. Kim mengatakan Washington sedang mendiskusikan cara untuk membuat kemajuan dengan Korut, termasuk proposal akhir perang Korea Selatan dan kemungkinan proyek bantuan kemanusiaan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA