Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Expo 2020 Dubai, Indonesia Jaring Kolaborasi Industri Halal

Ahad 24 Oct 2021 21:57 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

EXPO 2020 Dubai (ilustrasi). Ikut Expo 2020 Dubai, Indonesia berupaya menjaring kolaborasi industri halal.

EXPO 2020 Dubai (ilustrasi). Ikut Expo 2020 Dubai, Indonesia berupaya menjaring kolaborasi industri halal.

Foto: EPA-EFE/ALI HAIDER
Indonesia perlu mengambil peran dalam industri yang berkembang pesat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, Expo 2020 Dubai merupakan ajang strategis bagi sektor industri di Tanah Air agar berkolaborasi dengan para pelaku bisnis internasional. Pada ekspo kelas dunia itu, Kemenperin mengangkat keunggulan dan peluang investasi di Indonesia melalui penyelenggaraan Business Forum pada 22 sampai 28 Oktober 2021.

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat tiga sektor terkait industri manufaktur dengan peluang kolaborasi yang terbuka lebar. Yaitu, penerapan industri 4.0, pengembangan kawasan industri, serta optimalisasi peluang industri halal.

"Masih terdapat peluang besar serta ruang luas untuk bekerja sama dengan para investor dalam mengembangkan sektor industri melalui pendekatan tiga kebijakan tersebut," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya pada Business Forum Expo 2020 Dubai hari kedua secara hibrid, Sabtu (23/10).

Kemenperin fokus pada pengembangan industri halal di Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesia perlu mengambil peran dalam industri yang berkembang pesat ini.

"Apalagi, negara-negara yang memakai dan memproduksi produk halal terbesar tidak hanya didominasi oleh negara Muslim," ujar Agus.

Contohnya seperti Thailand yang memiliki pusat riset halal mutakhir. Begitu pula Brasil yang merupakan produsen terbesar makanan dan minuman halal.

Ia menambahkan, dengan bertambahnya populasi Muslim dunia yang diprediksi mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030, terdapat potensi pasar halal global. Pada 2019, angka ini mencapai 2,02 triliun dolar AS, terutama untuk produk makakan, farmasi, kosmetik, fashion, wisata, dan sektor ekonomi syariah lainnya.

"Indonesia sangat berpeluang mengembangkan industri halal, terutama pada sektor makanan dan minuman, fashion, farmasi, dan kosmetik," ungkap dia.

Sementara, Kemenperin telah mendirikan Kawasan Industri Halal dengan infrastruktur yang terjamin demi memproduksi produk halal, sesuai Sistem Jaminan Produk Halal. Saat ini telah terdapat tiga kawasan industri halal.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA