Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Vaksin Penguat Kini Tersedia untuk Warga Saudi Usia 18 Tahun

Kamis 21 Oct 2021 19:14 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

Vaksin Penguat Kini Tersedia untuk Warga Saudi Usia 18 Tahun

Vaksin Penguat Kini Tersedia untuk Warga Saudi Usia 18 Tahun

Foto: AP
Warga Arab Saudi diminta mendaftarkan diri untuk menerima vaksin penguat.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Vaksn penguat kini tersedia di Arab Saudi bagi warga berusia 18 tahun ke atas. Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta warga dan penduduk mendaftarkan diri menerima dosis vaksin Covid-19 ketiga atau booster. 

"Kini masyarakat kelompok usia 18 tahun ke atas dimungkinkan membuat janji mendapatkan dosis booster vaksin Covid-19, setelah enam bulan sejak mengambil dosis kedua, melalui Aplikasi Sehaty dan Tawakkalna," kata Kementerian Kesehatan Saudi melalui akun Twitter resminya.

Baca Juga

Dilansir di Al Arabiya, Kamis (21/10), mereka juga menuliskan saran bagi masyarakat yang memiliki risiko kesehatan agar bergegas dan mengambil dosis ketiga untuk meningkatkan kekebalannya. Arab Saudi mulai melonggarkan pembatasan Covid-19 awal pekan ini.

Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pertemuan dalam jumlah besar mulai diizinkan, serta mencabut mandat penggunaan masker bagi mereka yang telah menerima dua dosis vaksin di ruang terbuka. Meski masker di ruang terbuka tidak lagi wajib, namun masyarakat harus tetap memakainya di ruang tertutup dan area yang tidak dipantau oleh aplikasi pelacakan Tawakkalna.

Pada Agustus lalu, Kerajaan Saudi melarang semua warga dan penduduk yang tidak divaksinasi memasuki tempat umum, seperti mal dan restoran. Arab Saudi melaporkan 47 kasus baru infeksi Covid-19, Rabu (20/10). Jumlah total kasus di negara itu menjadi 548.065 orang. Sementara, Kerajaan disebut telah memberikan lebih dari 44 juta dosis vaksin Covid-19. 

https://english.alarabiya.net/coronavirus/2021/10/21/Saudi-Arabia-launches-third-COVID-19-booster-vaccine-dose-for-people-18-and-older

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA