Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Polisi Harus Berkejaran dengan Nelayan Saat Vaksinasi

Kamis 21 Oct 2021 06:58 WIB

Rep: S Bowo Pribadi / Red: Agus Yulianto

Warga memperlihatkan kartu vaksin usai mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di atas kapal nelayan.

Warga memperlihatkan kartu vaksin usai mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di atas kapal nelayan.

Foto: ANTARA/Abriawan Abhe
Masih ada sebagian warga di daerah ini yang tetap menolak divaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Uapya jajaran Polres Semarang dalam mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kabupaten Semarang, bukan tanpa hambatan. Pasalnya, masih ada sebagian warga di daerah ini yang tetap menolak divaksin Covid-19.

Tak pelak, sejumlah anggota Polres Semarang masih harus bekerja ekstra, demi bisa mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada mereka, mengenai pentingnya vaksinasi guna memperkecil risiko penularan  Covid-19. Setidaknya, hal ini terungkap dari pelaksanaan program Vaksinasi Nelayan Rawapening (Sinawang), yang digelar aparat Polres Semarang di danau Rawapening, Kabupaten Semarang, Rabu(20/10).

Di lapangan, pelaksanakan edukasi dan vaksinasi jemput bola ini sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara anggota polisi dengan sejumlah nelayan yang masih menolak untuk divaksin.

Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika HA SIK MH mengungkapkan, Polres Semarang kembali menggelar edukasi dan vaksinasi jemput bola, di kawasan danau Rawapening, di wilayah Kecamatan Banyubiru. Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini diawali dengan patroli Kapolres Semarang hingga ke tengah danau Rawapening dengan sasaran para nelayan maupun masyarakat yang melaksanakan aktivitas di danau alam tersebut.

Termasuk para pemilik warung dan keramba bididaya ikan. Tujuannya, tak lain  untuk mencari nelayan atau pemilik warung yang sampai dengan saat ini belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Ternyata masih ada sekitar 200 nelayan Rawa  yang belum menerima vaksin dosis 1 ataupun dosis 2 dan saat itu juga kami vaksin di perahu dan di warung tersebut" jelas Kapolres Semarang

Kendati begitu, lanjutnya, masih ada sejumlah nelayan Rawapening yang enggan divaksin dan mereka memilih menghindari petugas yang tengah melakukan patroli melaksanakan kegiatan edukasi dan vaksinasi Covid-19 tersebut.

"Ada nelayan yang terpaksa harus kami kejar dengan perahu, karena berusaha menghindari petugas yang melaksanakan edukasi dan vaksinasi di tengah danau Rawapenong ini," jelasnya.

"Setelah diberikan pemahaman perihal pentingnya vaksinasi bagi kesehatan masyarakat dan  mendorong capaian vaksinasi di masyarakat, nelayan tersebut akhirnya bersedia divaksinasi Covid-19," tegas kapolres.

Setelah nelayan tersebut memahami pentingnya vaksinasi, selanjutnya juga mengucapkan terima kasih atas pelayanan vaksinasi dengan cara jemput bola hingga ke tengah danau Rawapening tersebut. Dia juga menyampaikan permohonan maaf setelah berupaya menghindari petugas yang melaksanakan vaksinasi karena sempat kabur dan tidak mau vaksin.

"Ternyata vaksinasi Covid-19 cukup aman dan halal serta bisa melindungi dari dampak yang lebih buruk, akibat penyebaran Covid 19" lanjutnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA