Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Kemenkes Arab Saudi: Jamaah Wajib Jaga Jarak di Masjid 

Rabu 20 Oct 2021 16:02 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Kemenkes Arab Saudi: Jamaah Wajib Jaga Jarak di Masjid. Foto: Sejumlah umat Muslim saat akan melaksanakan Shalat Jumat di masjid Al-Jaffali, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30/4). Selama Ramadhan 1442 Hijriah ini umat Muslim bisa menyelenggarakan Shalat berjamaah di Masjid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. (AP Photo/Amr Nabil)

Kemenkes Arab Saudi: Jamaah Wajib Jaga Jarak di Masjid. Foto: Sejumlah umat Muslim saat akan melaksanakan Shalat Jumat di masjid Al-Jaffali, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (30/4). Selama Ramadhan 1442 Hijriah ini umat Muslim bisa menyelenggarakan Shalat berjamaah di Masjid dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. (AP Photo/Amr Nabil)

Foto: AP/Amr Nabil
Kemenkes Arab Saudi ingatkan jamaah yang datang ke masjid beragam.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH—Kementerian Agama Islam, Panggilan dan Bimbingan Saudi bersama Otoritas Kesehatan Masyarakat mengkonfirmasi bahwa peraturan jarak sosial akan terus diterapkan antara jamaah di masjid. Kebijakan ini, menurut kementerian, dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat, mengingat banyaknya jamaah dengan beragam kondisi yang memasuki masjid. 

Kementerian juga mencatat bahwa tidak ada tempat atau staf di masjid yang dapat diandalkan untuk memeriksa status kesehatan jamaah melalui aplikasi "Tawakalna", yang mungkin memerlukan upaya besar untuk menjaga kesehatan jamaah.

Baca Juga

"Kami terus-menerus menindaklanjuti dengan otoritas terkait mengenai instruksi untuk tindakan pencegahan karena kami memastikan keselamatan jamaah di masjid," kata kementerian yang dikutip di Saudi Gazatte, Rabu (20/10). 

Kementerian juga memperingatkan pentingnya penerapan tindakan pencegahan dan selalu mengakses informasi dari sumber resmi. Pernyataan ini datang untuk menindaklanjuti pernyataan sebelumnya dari Kementerian Dalam Negeri untuk melonggarkan tindakan pencegahan, dan mengizinkan orang untuk bergerak di luar ruangan tanpa mengenakan masker atau menjaga jarak sosial.

Sebelumnya, Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi, telah kembali beroperasi dengan kapasitas penuh. Jamaah sholat berdempet-dempetan untuk pertama kalinya sejak pandemi virus corona (Covid-19) dimulai.

Pada hari Ahad (17/10), tanda-tanda lantai yang memandu orang untuk menjaga jarak sosial di dalam dan sekitar Masjidil Haram telah dihapus.

"Ini sejalan dengan keputusan untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jamaah dan pengunjung Masjidil Haram dengan kapasitas penuh," kata lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), dilansir dari laman Aljazeera, Senin (18/10).

Gambar dan rekaman pada hari Ahad pagi menunjukkan orang-orang sholat berdampingan dalam barisan jamaah yang lurus, formasi dalam sholat, untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 berlangsung tahun lalu.

Sementara langkah-langkah jarak sosial dicabut, pihak berwenang mengatakan pengunjung harus sepenuhnya divaksinasi dan harus terus memakai masker di halaman masjid.

 

Sumber

https://saudigazette.com.sa/article/612425/SAUDI-ARABIA/Ministry-of-Islamic-Affairs-to-continue-to-apply-social-distancing-in-mosques-nbsp

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA