Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Maulid Nabi, Haedar Nashir: Praktikkan Islam Sebagai Rahmat

Selasa 19 Oct 2021 13:06 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir,  mengajak meneladani Nabi Muhammad SAW

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak meneladani Nabi Muhammad SAW

Foto: Republika/ Wihdan
Prof Haedar Nashir mengajak meneladani Nabi Muhammad SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum menjadikan Baginda Rasululllah sebagai teladan yang baik (uswah hasanah) dalam seluruh kehidupan. Nabi adalah sosok utama dari praktik luhur ajaran akhlak mulia  dan penebar rahmat bagi semesta alam.      

Ketika kaum Muslimin merayakan dan memperingati milad atau kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam tradisi maulid, maka pertama bagi kaum Muslim sebagai mayoritas penduduk di negeri ini, mari kita praktikkan Islam sebagai agama rahmat semesta alam yang menebar kebaikan, keluhuran, perdamaian, persatuan dan nilai-nilai utama dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangasa dan kemanusiaan di ranah global," ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (19/10). 

Baca Juga

Kedua, agar umat Islam  membangun peradaban mulia sesuai risalah Nabi Muhammad. Prof Haedar meyakini ketika kaum Muslimin menjadi umat yang berada di garda depan dalam mewujudkan nilai-nilai kebaikan, keluhuran, kebenaran, keadilan, kesatuan dan keutamaan dalam kehidupan, maka otomatis kaum muslim menjadi pengikut Nabi Muhammad yang meniru dan meneladani uswah hasanah.  

Nabi selama 23 tahun berhasil membangun bangsa Arab yang mulanya jahiliyah menjadi bangsa yang berperadaban maju dan mencerahkan sebagaimana tercermin dalam simbol Madinah al-Munawwarah.

Sehingga Islam tampil menjadi suluh peradaban utama di dunia selama lebih enam abad di era kejayaan Islam. "Era keemasan Islam itu harus menjadi inspirasi bagi umat Islam saat ini ketika memperingati kelahiran Nabi, bukan sekadar seremonial," tutur dia. 

Ketiga, mempraktikkan Islam sebagai kanopi suci kehidupan yang serba baik, luhur, dan membawa kebahagiaan sejati hidup di dunia dan akhirat. Sifat utama dalam diri Nabi Muhammad seperti penyebar perdamaian, pemersatu umat, dan penyebar nilai luhur yang beriringan antara nilai Ilahiyah dan kemanusiaan menurut Haedar wajib ditampilkan oleh umatnya harus dipraktikkan kaum Muslimin saat ini. 

Kehadiran kaum Muslim dalam keragamannya maupun umat beragama pada umumnya tentu harus menjadi kekuatan yang menjadi kanopi suci, menjadi peneduh, pendamai, pemersatu, sekaligus juga mengantarkan bangsa ini dalam keragaman menjadi bangsa yang berkemajuan dengan nilai-nilai luhur itu sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar, bersaing, dengan bangsa lain, berkemajuan dengan nilai-nilai utama agama, Pancasila dan kebudayaan luhur bangsa.  

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA