Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Taliban Pakistan Semakin Tunjukan Kekuatan

Selasa 19 Oct 2021 07:02 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Pejuang Taliban di kawasan tribal Pakistan.

Pejuang Taliban di kawasan tribal Pakistan.

Foto: AP/Ishtiaq Mehsud
Taliban Pakistan dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban dan terpisah dari Taliban Afghan.

REPUBLIKA.CO.ID, PESHAWAR -- Di wilayah suku Pakistan yang keras di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, sebuah peringatan diam-diam dan terus-menerus beredar bahwa Taliban akan kembali. Gerakan Taliban Pakistan telah dikuatkan dengan kembalinya kekuasaan kelompok itu di Afghanistan.

Mereka tampaknya bersiap untuk merebut kembali kendali atas wilayah kesukuan yang dihilangkan hampir tujuh tahun lalu dalam sebuah operasi besar oleh militer Pakistan. Taliban Pakistan sudah meningkatkan pengaruhnya.

Kontraktor lokal melaporkan biaya tambahan yang dikenakan Taliban pada setiap kontrak dan pembunuhan orang-orang yang menentangnya. Pada awal September, misalnya, seorang kontraktor bernama Noor Islam Dawar membangun kanal kecil tidak jauh dari kota Mir Ali dekat perbatasan Afghanistan.

Nilai proyek itu tidak lebih dari 5.000 dolar AS. Namun, Taliban datang memanggil, menuntut bagian mereka sebesar 1.100 dolar AS. Dawar tidak punya apa-apa untuk diberikan dan memohon pengertian kelompok itu. Seminggu kemudian dia dilaporkan tewas ditembak oleh orang-orang bersenjata tak dikenal. Keluarganya menyalahkan Taliban.

Taliban Pakistan dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban atau TTP. Organisasi ini terpisah dari Taliban Afghanistan, meskipun mereka memiliki ideologi garis keras yang sama dan bersekutu.

TTP muncul pada awal 2000-an dan meluncurkan kampanye pengeboman serta serangan lainnya. Kelompok tersebut bersumpah untuk menjatuhkan pemerintah Pakistan dan merebut kendali di banyak daerah suku. Tindakan keras militer tahun 2010-an berhasil menekannya.

Tapi TTP sedang menata ulang di tempat yang aman di Afghanistan bahkan sebelum Taliban Afghanistan mengambil alih Kabul pada 15 Agustus. "Keberhasilan menakjubkan Taliban Afghanistan dalam mengalahkan negara adidaya Amerika telah menguatkan Taliban Pakistan," ujar profesor sejarah Islam di University of Massachusetts, Brian Glyn Williams.

"Mereka sekarang tampaknya percaya bahwa mereka juga dapat mengobarkan jihad yang sukses melawan negara 'kafir' Pakistan dan telah kembali ke mode pemberontakan," kata Williams.

TTP telah meningkatkan serangan dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Institut Studi Konflik dan Keamanan Pakistan yang berbasis di Islamabad, lebih dari 300 warga Pakistan tewas dalam serangan teroris sejak Januari, termasuk 144 personel militer.

Baca juga : Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Mundur

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA