Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Meninggalkan Amal Akibat Takut Terkena Riya, Bolehkah?

Senin 18 Oct 2021 16:43 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Riya bisa berakibat terhadap batalnya pahala amalan. Ilustrasi amalan

Riya bisa berakibat terhadap batalnya pahala amalan. Ilustrasi amalan

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Riya bisa berakibat terhadap batalnya pahala amalan

REPUBLIKA.CO.ID, – Riya merupakan perbuatan yang harus diperangi oleh uma Islam. Karena itu, sebagian umat Islam ada yang sampai meninggalkan amalannya karena takut riya. Namun, bolehkan meninggalkan amalan karena takut riya?

Dalam menjawab pertanyaan seperti itu, Komite Fatwa Akademi Riset Islam menjelaskan bahwa berdasarkan apa yang disebutkan dalam Alquran dan Sunnah Nabi, diperbolehkan bagi seseorang untuk melakukan kebaikan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun di depan umum. Allah SWT berfirman: 

Baca Juga

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu.” (QS Al Baqarah ayat 271)

Di laman facebooknya, Akademi Riset Islam juga mengingatkan, “Jangan jadikan setan sebagai jalan untuk melawanmu dengan menghalangimu dari berbuat baik karena takut riya, tetapi berusahalah dan berbuat baik bahkan jika itu di depan orang, agar kamu mengalahkan setan yang memohon padamu dan membuatmu terjerumus ke dalam ilusi bahwa kamu jauh darinya. Sebaliknya, meninggalkan amal saleh karena takut jatuh ke dalam riya adalah kesalahan yang sama, melainkan wajib bekerja dan ikhlas.”

Akademi Riset Islam kemudian mengutip perkataan Fudhail, “Meninggalkan pekerjaan demi orang adalah riya,” dan Abu Sulaiman Al-Darani berkata, “Jika seorang hamba tulus, dia terputus dari banyak bisikan dan riya.”

Sementara itu, mantan Mufti Agung Mesir dan anggota Majelis Ulama Senior di Al-Azhar, Syekh Ali Jumah menjelaskan bahwa riya adalah salah satu perbuatan tercela yang harus dijauhi. 

Menurut dia, riya (ﺍﻟﺮﻳﺎﺀ) berasal dari kata ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ /ru'yah, yang artinya menampakkan atau memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA