Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

AS Berkomitmen Membela Arab Saudi

Jumat 15 Oct 2021 12:14 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. AS berkomitmen untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayah dan rakyatnya. Ilustrasi.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. AS berkomitmen untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayah dan rakyatnya. Ilustrasi.

Foto: AP/Olivier Douliery/Pool AFP
AS berkomitmen untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayah dan rakyatnya

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu dengan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di Washington, Kamis (14/10). Dalam pertemuan itu, Blinken menegaskan kembali komitmen pemerintah AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayah dan rakyatnya.

Blinken juga mengulangi kecaman AS atas serangan Houthi di Kerajaan. "Sangat menyenangkan memiliki teman dan kolega saya, Menteri Luar Negeri Saudi di sini," kata Blinken di Departemen Luar Negeri menjelang pertemuan tertutup mereka seperti dikutip laman Saudi Gazette, Jumat (15/10).

Baca Juga

"Kami memiliki kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Arab Saudi. Kami berkomitmen untuk membela Kerajaan dan kami memiliki banyak pekerjaan yang kami lakukan bersama dalam berbagai masalah yang sangat signifikan," kata diplomat tinggi AS itu.

Pangeran Faisal memuji nilai luar biasa dan sangat besar dari hubungan bilateral antara Riyadh dan Washington.

"Saya mengadakan pertemuan yang produktif hari ini dengan teman saya Blinken, di mana kami membahas berbagai masalah yang menjadi kepentingan dan keprihatinan bersama bagi kedua negara kami dan cara-cara untuk memperkuat kemitraan dan kerja sama strategis kami di berbagai bidang," kata Pangeran Faisal di Twitter setelah pertemuan tersebut.

Kedua menteri juga membahas kerja sama strategis Saudi-AS pada isu-isu regional, termasuk tujuan bersama untuk mencapai solusi yang tahan lama untuk mengakhiri konflik di Yaman. Mereka juga membahas isu-isu regional dan lebih luas lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA