Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Golkar Prediksi akan Ada Tiga Paslon di Pilpres 2024

Kamis 14 Oct 2021 17:53 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Ketua DPP Parta Golkar Ace Hasan Syadzily.

Ketua DPP Parta Golkar Ace Hasan Syadzily.

Foto: Republika/Mimi Kartika
Peluang bagi Golkar untuk mengusung Airlangga Hartarto besar jika ada tiga paslon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Ia menilai, kontestasi berikutnya akan ada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing.

"Konfigurasi politik untuk 2024, ya paling banyak tiga pasangan. Karena memang bagaimana pun dukungan politik untuk pilpres itu mempersyaratkan adanya dukungan partai politik dengan 20 persen suara di parlemen," ujar Ace di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/10).

Jika nanti benar adanya tiga pasangan calon, peluang bagi Partai Golkar untuk mengusung Airlangga Hartarto akan semakin besar. Apalagi perolehan kursi partai berlambang pohon beringin itu mencapai 12 persen.

"Kalau misalnya konfigurasinya semakin mengerucut kepada maksimal tiga pasangan, tentu kami sangat optimistis. Apalagi, dalam Pilpres 2024 nanti tidak ada inkumben," ujar Ace.

Partai Golkar, kata Ace, dipastikan akan mengusung Airlangga di Pilpres 2024 berdasarkan hasil musyawarah nasional dan rapat pimpinan nasional. Meskipun, Menteri Koordinator Perekonomian itu belum menyatakan secara langsung harapan para kadernya.

"Dalam konteks Pilpres 2024 nanti, kami memang sudah dari sejak awal dalam posisi untuk mencalonkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Dalam tiga tahun ke depan, Partai Golkar akan berusaha meningkatkan tingkat keterkenalan dan elektabilitas Airlangga. Adapun untuk Pilpres 2024, Partai Golkar membutuhkan partai yang memiliki suara sebesar 8 persen di parlemen untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen.

"Partai Golkar sendiri hanya butuh satu partai untuk bisa mencalonkan Pak Airlangga dan nanti capresnya dengan siapa, ya tergantung dari proses dinamika dari komunikasi komunikasi politik yang dilakukan dengan partai-partai yang lain," ujar Ace.

 

Baca Juga



Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin, mengaku senang dengan peningkatan elektabilitas Airlangga. Apalagi, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) September menunjukkan popularitas Airlangga kini mencapai 35 persen.

Angka itu secara bertahap mengalami peningkatan dari 26 persen, 28 persen dan saat ini 35 persen. Nurul berpendapat, kenaikan popularitas ini merupakan buah dari kerja-kerja politik, baik yang dilakukan Partai Golkar maupun Airlangga.

"Artinya, kerja-kerja kami, baik lapangan ataupun internal dan kepemimpinan Pak Airlangga sendiri membuktikan ada perkembangan," ujar Nurul di Yogyakarta, Sabtu (9/10).

Meski begitu, Nurul juga tampak belum ingin memberi banyak komentar terkait peluang duet Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. Nurul menekankan, saat ini Partai Golkar masih terus melakukan silaturahmi politik.

"Nah itu no comment, karena kan kita semuanya masih silaturahmi politik, jadi bisa dengan siapa saja, kita tidak membatasi diri, dan bisa dengan siapa saja," kata Nurul.

photo
Lima Nama Capres di Tiga Hasil Survei - (Infografis Republika.co.id)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA