Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Wagub Minta 1,9 Juta Warga DKI tak Pilih-pilih Vaksin

Kamis 14 Oct 2021 17:52 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Foto: Republika/Flori Sidebang
Tidak ada lagi alasan menunggu atau mencari jenis vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyoroti 1,9 juta warga DKI yang belum divaksinasi. Menurutnya, meski ada banyak faktor mengapa belum terlaksana, Pemprov DKI meminta warganya untuk tidak pilih-pilih jenis vaksin yang ada.

"Sekarang ini sudah banyak pilihan vaksin. Dari sinovac sampai pfizer, jadi tidak ada lagi alasan menunggu atau mencari jenis vaksin," kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI, Kamis (14/10).

Baca Juga

Dia melanjutkan, berdasarkan data yang ada, alasan vaksinasi belum menyeluruh karena disebabkan domisili sebagai warga yang berpindah. Oleh sebab itu, pihaknya mengklaim akan melakukan penyisiran pendataan.

"Satgas juga, RT-RW juga menyisir, bahwa seluruh masyarakat (harus) divaksin. Jadi siapapun, kebijakan yang terus kami revisi, sanksi juga ada, tapi semua kembali ke kita," tuturnya. 

Dia menegaskan, pihaknya meminta seluruh masyarakat DKI untuk memilih kesadaran tinggi akan protokol kesehatan (prokes). Hal itu, kata dia, penting dilakukan alih-alih karena alasan aturan, regulasi, ataupun sanksi. "Tapi kebutuhan bersama," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, memaparkan, dalam 24 jam terakhir, pihaknya melakukan tes PCR pada 21.231 orang. Hasilnya, 278 orang dinyatakan positif dan 20.953 lainnya negatif. 

Tak sampai di sana, pihaknya juga melakukan tes Antigen kemarin sebanyak 28.443 orang, dengan hasil 11 positif dan 28.432 negatif. "Kasus positif masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini," kata Dwi dalam keterangannya, kemarin.

Meski kasus naik, kata dia, pihaknya tetap menjaga testing di atas standar WHO, sekitar seribu orang tes PCR per sejuta penduduk dalam sepekan. Target PCR per pekan di Jakarta sekitar 10.645 orang, kata dia, dilampaui Jakarta selama beberapa waktu. Bahkan, dalam sepekan terakhir, lanjut Dwi, ada 124.578 orang dites PCR. "Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 612.123 per sejuta penduduk," terangnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA