Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Risma Cekcok di Lombok, Anaknya: Memang Tukang Marah

Kamis 14 Oct 2021 17:35 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ilham Tirta

Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar/foc.
Anak Risma meminta warganet tidak kaget dengan aksi marah-marah ibunya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali menyita perhatian setelah videonya saat berdebat dengan mahasiswa di Lombok Timur tentang bantuan sosial viral di media sosial. Perdebatan terjadi saat Risma mengunjungi tempat salah satu supplier program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Lombok Timur pada Rabu (13/10).

Putra sulung Risma, Fuad Bernardi pun turut mengunggah potongan video yang viral tersebut melalui akun instagramnya @fuadbenardi. Fuad menyertakan tulisan yang menjelaskan bahwa Risma memang dasarnya tukang marah. Tidak terkecuali saat berada di rumah.

"Mensos marah-marah. Memang dasarnya tukang marah ya seperti itu. Di rumah juga seperti itu, ndak usah kaget," tulis Fuad di akun instagramnya, Kamis (14/10).

Di video tersebut, tampak puluhan orang berkerumun. Di tengah kerumunan itu, tampak Risma yang mengenakan jilbab warna merah cekcok dengan seorang pria remaja berbaju hitam serta seorang rekannya.
 
"Kami mempertanyakan kedatangan ini. Ini tempat supplier di sini. Kita mempertanyakan kenapa ibu datang di sini. Ini tempat salah satu oknum supplier, ada apa di sini, itu yang perlu kami tanyakan," ujar pria itu dengan nada suara tinggi di hadapan Risma.
 
Sejumlah orang, termasuk polisi, berusaha meredam amarah pria itu. Tapi, dia terus saja berteriak kepada Risma meski jarak di antara mereka tak lebih dari setu meter. "Sebentar, kamu jangan fitnah aku ya," kata Risma menghardik balik pria itu.
 
"Bukan fitnah, tidak fitnah," balasnya.
 
"Tenang! Dengerin! Kamu boleh ngomong, saya juga berhak ngomong," kata Risma.

Risma lantas memberikan penjelasan kepada pria itu. Pertama, Risma menyebut dirinya datang jauh-jauh ke NTT karena niat baik. "Yang kedua, saya tidak tahu ini supplier atau tidak, saya menteri tidak ngurus ini. Yang ketiga kalau Anda mau memperjuangkan silakan data tak terima," kata Risma.
 
"Siap," jawab pria itu singkat.
 
"Sekarang saya tunggu (datanya)," kata Risma sembari menunjuk muka pria itu.
 
Risma lantas beranjak pergi sembari dikerubungi bawahannya. Sedangkan pria itu masih saja berteriak entah menyampaikan apa.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA