Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Benarkah Nabi Muhammad Lahir dengan Tali Pusar Putus?

Senin 11 Oct 2021 06:45 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Benarkah Nabi Muhammad Lahir dengan Tali Pusar Putus? Foto: Ilustrasi Rasulullah

Benarkah Nabi Muhammad Lahir dengan Tali Pusar Putus? Foto: Ilustrasi Rasulullah

Foto: Pixabay
Dalam sejumlah riwayat disebutkan keistimewaan dalam kelahiran Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Dalam beberapa riwayat memang disebutkan tentang keistimewaan dan juga hal-hal yang luar biasa yang terjadi seiring kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun benarkah Nabi lahir dalam keadaan tali pusar yang telah terputus?

Prof Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan, memang terdapat riwayat lain yang menyatakan, Nabi Muhammad lahir dalam keadaan terputus tali pusarnya dan telah disunat oleh Malaikat Jibril.

Baca Juga

Namun demikian, kata Prof Quraish, riwayat ini sangat diragukan kebenarannya. Bukan saja karena ini menjadikan beliau lahir tidak seperti manusia biasa yang sangat membutuhkan tali pusar guna menyalurkan makanan dari ibunya, tetapi juga kalaupun terjadi maka tidak ada keistimewaan khusus dari hal tersebut terhadap bayi yang lahir.

Bahkan sebaliknya, menurut Prof Quraish, hal itu justru dapat dinilai sebagai abnormal. Demikian juga halnya dengan riwayat yang menyatakan Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan telah dikhitan.

Ulama-ulama hadits telah membantu umat Islam untuk menolak riwayat tersebut setelah mereka menyatakan kelemahan riwayat tersebut. Prof Quraish mengutip pernyataan Ibnu Katsir Ismail bin Umar (700-747 Hijriyah) yang menilai semua hadis terkait dengan ini adalah lemah.

Ibnul Qayyim Al-Jauzi (1292-1349 Masehi) menegaskan, riwayat itu tidak wajar disebut-sebut. Di sisi lain, sekian banyak riwayat yang menyatakan kakek Nabi, Abdul Muthallib, menyunatnya sebagaimana adat kebiasaan masyarakat Arab.

Maka, riwayat-riwayat yang lemah di atas bahkan dapat mengurangi nilai anjuran atau kewajiban berkhitan yang merupakan kelanjutan dari sunah Nabi Ibrahim AS.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA