Penurunan Covid-19 Bantul karena Masyarakat Disiplin Prokes

Red: Muhammad Fakhruddin

Warga berwisata di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Ahad (10/10). Pantai Parangtritis ramai dikunjungi warga meski status belum dibuka sejak PPKM Darurat lalu. Sehingga pengunjung masuk tanpa ada membayar retribusi masuk kawasan pantai. Tetapi, ekonomi bergeliat imbas ramainya pengunjung pada akhir pekan.
Warga berwisata di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Ahad (10/10). Pantai Parangtritis ramai dikunjungi warga meski status belum dibuka sejak PPKM Darurat lalu. Sehingga pengunjung masuk tanpa ada membayar retribusi masuk kawasan pantai. Tetapi, ekonomi bergeliat imbas ramainya pengunjung pada akhir pekan. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa penurunan kasus penularan COVID-19 di daerah itu dikarenakan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kita bersyukur bahwa penurunan COVID-19 di Bantul atas kesadaran kita semuanya warga masyarakat Bantul dalam melaksanakan prokes di PPKM level 3 ini," kata Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo usai acara penyerahan bantuan bagi warga terdampak COVID-19 di Pendowoharjo Bantul, Ahad (10/10).

Menurut dia, disiplin protokol kesehatan yaitu dengan selalu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan memang efektif memutus rantai penyebaran COVID-19. "Artinya disiplin prokes yang dilakukan masyarakat betul-betul membawa satu dampak positif terjadinya penurunan COVID-19 di Bantul," kata Joko yang juga Ketua Harian Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul itu.

Dia mengatakan, penurunan kasus COVID-19 di Bantul juga tidak lepas dari peran seluruh elemen Satgas COVID-19 baik kecamatan, kelurahan hinggakabupaten, termasuk TNI dan Polri yang selama ini terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Dan juga kerja keras dalam rangka mengedukasi masyarakat khususnya dalam konteks untuk berdisiplin protokol kesehatan, sehingga penularan turun, angka kematian kita juga turun, kemudian angka kesembuhan naik," katanya.

Dia juga mengatakan, seiring penurunan kasus COVID-19 itu, pemkab bersama jajaran TNI dan Polri serta lembaga pemerintah lainnya gencar melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat guna mendukung percepatan terbentuknya kekebalan komunal.

"Dan kita bersyukur vaksin kita untuk dosis pertama sekarang sudah 76 persen, untuk dosis kedua 43 persen. Harapan kita akhir Oktober nanti kita sudah bisa selesai 100 persen yang kita vaksin," katanya.

Data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul per Sabtu menunjukkan, total kasus positif sebanyak 56.777 orang, dengan angka kesembuhan 55.040 orang, sementara kasus meninggal berjumlah 1.560 orang, sehingga kasus aktif atau pasien yang masih isolasi tinggal 177 orang.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


30 Kelurahan Kota Sukabumi Masuk Zona Hijau Risiko Covid-19

Masih Ditutup, Pantai Parangtritis Tetap Ramai Wisatawan

Bupati Pastikan Pabrik Obat Berbahaya di Bantul Ilegal

Perajin Sepatu Kulit Bantul Terimbas Pandemi

Kuwait Tetap Minta Masyarakat Patuhi Prokes

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark