Ahad 10 Oct 2021 23:30 WIB

Yayuk Basuki Harap Arena PON Dipakai Kejuaraan Internasional

Ia khawatir arena akan terbengkalai pascapelaksanaan PON.

Ganda putra Jawa Timur Christoper Rungkat (kiri) dan David Agung Susanto (kanan) mengembalikan bola ke arah lawannya asal Jawa Barat Mohammad Rizal/Rafli Feby dalam pertandingan penyisihan grup tenis beregu putra PON Papua di Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ganda putra Jawa Timur Christoper Rungkat (kiri) dan David Agung Susanto (kanan) mengembalikan bola ke arah lawannya asal Jawa Barat Mohammad Rizal/Rafli Feby dalam pertandingan penyisihan grup tenis beregu putra PON Papua di Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Legenda hidup tenis Indonesia, Yayuk Basuki, berharap arena tenis Sian Soor Tennis Center, halaman kantor Wali Kota Jayapura, dapat digunakan untuk perhelatan ajang nasional maupun internasional, usai pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua digelar. Cabang olahraga tenis telah digelar mendahului jadwal resmi PON XX Papua, yang dibuka 2 Oktober dan akan ditutup pada 15 Oktober, dengan laga perdana dimulai pada 26 September dan berakhir pada Kamis (7/10).

"Terus terang saya lihat venue lapangan tenis di Indonesia sudah hampir enggak ada, terakhir waktu itu ada di Balikpapan, Kalimantan Timur terbengkalai juga, lalu di Palembang terbengkalai juga, di Solo masih lumayan, tapi ini lebih baik lagi, jadi jangan sampai ini nanti terbengkalai," ujar Yayuk kepada Antara di Jayapura, Ahad (10/10).

"Harus tarik event sebanyak mungkin di sini, baik nasional maupun internasional," dia melanjutkan.

Salah satu kendala, menurut Yayuk, adalah lokasi yang jauh dari ibu kota negara. Namun, dia mengungkapkan hal itu dapat disiasati dengan kolaborasi dan kerjasama berbagai pihak, antar institusi, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), juga menggandeng sponsor.

Yayuk, yang memiliki prestasi internasional, bahkan tembus perempat final kejuaraan tenis dunia Wimbledon pada 1997 mengatakan, bahwa ia telah mengungkapkan hal itu kepada wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano.

"Tarik pertandingan ke sini kerjasama dengan sponsor, baik dengan maskapai, atau kita fungsikan semuanya event olahraga di bawah Kemenpora, sinergi dengan siapa lagi, Kemenpora dengan kementerian pariwisata karena di sini sektor pariwisata," kata Yayuk.

"Tarik sini bikin event, ini harus tetap berjalan, jangan sampai setelah PON ini berhenti lagi," dia menambahkan.

Terlepas dari arena, Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA) tersebut juga mengungkapkan bahwa PON Papua telah berjalan sesuai rencana yaitu menjadi ajang pembinaan atlet muda.

"Di sektor putri sendiri ada nama-nama Aldila dan Priska. Priska sudah bagus di sisi mudanya kita dapat," ujar Yayuk, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil V Ketua Umum KONI Pusat.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement