Ahad 10 Oct 2021 19:52 WIB

Polisi Tangkap Terduga Dalang Kerusuhan di Yahukimo

Terduga dalang kerusuhan di Yahukimo ditangkap polisi.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Muhammad Hafil
Polisi Tangkap Terduga Dalang Kerusuhan di Yahukimo. Foto ilustrasi:  Sejumlah personil TNI AD bersiap naik ke atas pesawat Hercules saat akan berangkat ke Kabupaten Yahukimo untuk mengamankan Pemilu 2019, di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (15/4).
Foto: Antara/Yusran Uccang
Polisi Tangkap Terduga Dalang Kerusuhan di Yahukimo. Foto ilustrasi: Sejumlah personil TNI AD bersiap naik ke atas pesawat Hercules saat akan berangkat ke Kabupaten Yahukimo untuk mengamankan Pemilu 2019, di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (15/4).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Mabes Polri mengabarkan, kepolisian di Papua, telah menangkap otak dari pelaku kerusuhan antarsuku Kimyal, dan Yali di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Rusdi Hartono mengatakan, Polres Yahukimo, pada Sabtu (9/10), menangkap MKB, atau Morume Keya Busup, yang dituding kepolisian menjadi biang perang antarsuku yang menewaskan enam orang warga setempat itu.

“Yang bersangkutan, MKB, adalah yang menginisiasi, kemudian yang mengumpulkan, dan menggerakkan kelompok-kelompoknya sehingga menimbulkan kekerasan di Yahukimo,” ujar Rusdi, di Mabes Polri, Jakarta, Ahad (10/10). Tertangkapnya Morume, dikatakan Rusdi, menambah jumlah tersangka yang sudah berhasil ditangkap kepolisian dalam kasus tersebut. 

Baca Juga

Dan Polres Yahukimo, kata Rusdi, terus mencari pelaku-pelaku lain terkait kerusuhan tersebut. “Sekarang sudah 23 tersangka yang ditahan di Polres Yahukimi. Dan masih ada beberapa DPO (daftar pencarian orang) lagi yang masih terus dicari. Kita masih menunggu laporan selanjutnya dari sana (Polres Yahukimo),” terang Rusdi. meyakinkan, situasi keamanan di Yahukimo sekarang ini, sudah normal, dan aman.

Terkait tertangkapnya Morume, kata Rusdi, dari hasil penyidikan diketahui, adanya hubungan kekerabatan dengan mantan Bupati Yahukimo Abock Busup. Nama terakhir itu, ditemukan meninggal dunia pada Ahad (3/10) di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Kematian Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) itulah yang disebut Rusdi, sebagai pangkal soal suku Yamli menyerang suku Yali, pada Ahad (3/10). 

Kematian Abock Busup di Jakarta, ditengarai warga dan pendukungnya, karena kematian yang tak wajar. Padahal, kata Rusdi, penyelidikan yang dilakukan kepolisian, meyakini kematian Abock Busup, terjadi tanpa ada faktor kejanggalan, alias wajar. “Kalau kita hubungkan, bisa dari marga yang sama (antara Morume, dan Abock). Dia kepala suku, dan indikasi dari aparat kepolisian, dia pelaku utama penyebab kerusuhan di Yahukimo,” terang Rusdi.

Selain menewaskan enam orang, termasuk satu dari suku Yamli, penyerangan terhadap suku Yali itu juga membuat sedikitnya 50-an orang luka-luka, dan 10 di antaranya dalam perawatan serius di Rumah Sakit (RS) setempat. Akibat kerusuhan antarsuku tersebut, mendesak  3.069 warga mengungsi mencari aman ke Mapolres Yahukimo, Gereja GIDI Evanhastia, dan Pos Koramil Dekai.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement