Sabtu 09 Oct 2021 23:38 WIB

DPD RI Apresiasi peran PJBN Serang dalam Vaksinasi Massal

Ketua DPD ingatkan vaksinasi massal harus dipercepat demi terciptanya Herd Immunity

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan apresiasi kepada Peguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) Kota Serang, Banten, yang ikut membantu program vaksinasi massal dalam kegiatan
Foto: DP DRI
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan apresiasi kepada Peguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) Kota Serang, Banten, yang ikut membantu program vaksinasi massal dalam kegiatan "Pagelaran Seni Budaya dan Vaksin Massal 1.000 Dosis". Vaksinasi massal itu dilakukan di Lapangan Gedung Pramuka, Kota Serang,Sabtu (9/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan apresiasi kepada Peguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) Kota Serang, Banten, yang ikut membantu program vaksinasi massal dalam kegiatan "Pagelaran Seni Budaya dan Vaksin Massal 1.000 Dosis". Vaksinasi massal itu dilakukan di Lapangan Gedung Pramuka, Kota Serang,Sabtu (9/10).

LaNyalla dalam sambutannya secara daring menyebutkan program vaksinasi harus dipercepat karena vaksinasi di Indonesia masih berada di kisaran angka 40 persen dari jumlah penduduk penerima vaksin.

"Untuk mencapai kekebalan komunal, kita membutuhkan penyebaran vaksinasi minimal 70 persen dari jumlah penduduk penerima vaksin," ujar Senator asal Jawa Timur itu dalam siaran persnya.

Ia mengatakan untuk melakukan percepatan penyebaran vaksinasi memang harus ditempuh dengan program yang digelar oleh organisasi maupun kelompok masyarakat lainnya.

"Kita harus memberikan apresiasi kepada Peguron Jalak Banten Nusantara Kota Serang yang telah membantu pemerintah dalam percepatan pemerataan vaksinasi nasional," katanya.

Namun, Lanyalla mengingatkan bahwa vaksinasi bukanlah obat anti-COVID-19.Vaksinasi, lanjut dia, ditujukan untuk peningkatan kekebalan tubuh terhadap serangan virus sehingga bagi yang telah mendapatkan vaksin jangan lantas melepas masker dan meninggalkan budaya 3M yang selama ini telah dijalani.

"Saat ini yang kita hadapi adalah virus COVID-19 yang tidak terlihat. Jadi meskipun pendekar, harus tetap mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan, termasuk harus divaksin," tuturnya.

Ia mengatakan meski vaksinasi sudah dilakukan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan."Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus tetap dilakukan, terutama di lokasi kerumunan atau tempat-tempat umum," kata La Nyalla.

Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan untuk mendorong percepatan vaksinasi, termasuk kepada pemerintah daerah. Presiden, kata dia, mengingatkan agar melibatkan semua elemen masyarakat untuk membantu percepatan program vaksinasi.

"Upaya yang dilakukan Peguron Jalak Banten Nusantara Kota Serang ini sudah seharusnya diikuti oleh elemen masyarakat atau organisasi masyarakat yang lainnya agar proses vaksinasi di Provinsi Banten dapat lebih cepat dilakukan," ujarnya.

Dia menambahkanhanya dengan percepatan program vaksinasi dapat mencapai target kekebalan komunal atau "herd immunity". Kekebalan komunal ini sangat penting karena masih adanya ancaman serangan gelombang ketiga seperti sempat terjadi di Singapura dan Malaysia.

"Semoga ikhtiar positif yang dilakukan Peguron Jalak Banten Nusantara dapat memberi manfaat nyata sebagai kerja konkret organisasi dalam rangka pengabdian kepada nusa dan bangsa," tuturnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement