Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Pemerintah Fokus Gelontorkan Anggaran ke Destinasi Wisata  

Jumat 08 Oct 2021 21:16 WIB

Rep: Novita Intan / Red: Nashih Nashrullah

Pariwisata Indonesia menjadi sektor yang terhantam pandemi Covid-19. Ilustrasi wisata

Pariwisata Indonesia menjadi sektor yang terhantam pandemi Covid-19. Ilustrasi wisata

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Pariwisata Indonesia menjadi sektor yang terhantam pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif berupaya menggerakan perekonomian nasional melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini mengingat pariwisata menjadi sektor yang terhantam pandemi Covid-19. 

Deputi Bidang Sumber daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, Wisnu Bawa Tarunajaya, mengatakan saat ini sekitar 34 juta orang yang menggantungkan hidup sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.  

Baca Juga

“Sekitar 14 juta pariwisata dan 20 juta ekonomi kreatif. Pemerintah berupaya untuk melakukan perubahan dari quantity tourism menjadi quality tourism. Ini adalah kolaborasi atau kerja sama agar wisatawan bisa lebih lama tinggal dan spending money lebih banyak destinasi wisata,” ujarnya saat webinar seperti dikutip Jumat (8/10). 

Menurutnya ada juga pengembangan pariwisata yang lebih customize, personalize, dan berbasis pariwisata alam. Hal ini karena krisis kesehatan membuat masyarakat harus mampu berinovasi dan kreatif bisa bertahan. 

Selanjutnya ada adaptasi merupakan hal wajib bagi pelaku usaha. "Selanjutnya inovasi pengembangan pariwisata sampai kolaborasi agar tujuan pariwisata ini bisa tercapai," ucapnya. 

Dia menjelaskan program ini juga sejalan tiga strategi pemerintah, yakni Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Kerja). Hal ini diharapkan mampu membangkitkan kembali sektor parekraf di Tanah Air. 

Dalam acara Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) yang ke 7 pada 2021 dilaksanakan 7 Oktober 2021, dengan tema "Peran perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mewujudkan pemulihan dan resiliensi masyarakat di masa pandemi" 

Tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Nasional VII PKM-CSR adalah Universitas Dhyana Pura (Undira) dengan didukung konsorsium yang terdiri dari: Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Pradita, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Wijaya Putra (UWP) sebagai Host. 

Adapun jumlah peserta yang mempresentasikan hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan CSR, sebanyak 230 orang dosen pengabdi dari 61 perguruan tinggi se Indonesia baik negeri dan swasta. 

PT Astra International Tbk mewakili dunia industri akan hadir mempresentasikan keberhasilan pelaksanaan CSR melalui program Kampung Berseri Astra (KBA). Kemudian program PKM-CSR telah banyak memberikan kontribusi dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat, meningkatkan kesadaran literasi masyarakat, dan keberlangsungan proses bisnis kelompok sasaran yang hampir semuanya UMKM.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA