Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Infrastruktur Pelabuhan dan Bandara di Tual Disiapkan

Jumat 08 Oct 2021 09:33 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Nelayan melakukan bongkar muat ikan. Bandara Karel Sadsuitubun dan Pelabuhan Tual siap mendukung kegiatan ekspor komoditas perikanan di kota Tual

Nelayan melakukan bongkar muat ikan. Bandara Karel Sadsuitubun dan Pelabuhan Tual siap mendukung kegiatan ekspor komoditas perikanan di kota Tual

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
Pelabuhan Tual siap mendukung kegiatan ekspor komoditas perikanan di kota Tual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan memastikan akan mendukung Provinsi Maluku sebagai lumbung ikan nasional. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan telah menyiapkan infrastruktur pelabuhan dan bandara di Kota Tual, Provinsi Maluku. 

"Bandara Karel Sadsuitubun dan Pelabuhan Tual siap mendukung kegiatan ekspor komoditas perikanan di kota Tual," kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (7/10). 

Menurut Budi, keberadaan infrastruktur transportasi sangat penting di Kota Tual. Khususnya untuk memperlancar kegiatan ekspor komoditas perikanan yang ada di Kota Tual.

Budi menambahkan, Kemenhub berkomitmen mendukung ekspor perikanan dengan mendorong konektivitas antara Indonesia dan Australia. Khususnya konektivitas langsung dari Maluku ke Australia. 

Untuk itu, Budi menuturkan akhir tahun ini atau awal 2022 pembangunan pelabuhan baru di Ambon juga ditargetkan akan dimulai. "Konsep pembangunan pelabuhan baru di Ambon mengusung konsep pelabuhan yang terintegrasi," ungkap Budi. 

Dia menuturkan, pelabuhan tersebut memiliki sejumlah fasilitas. Beberapa diantaranya seperti terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, dan terminal LNG dan power plant dengan panjang total dermaga seribu meter. 

Pelabuhan baru di Ambon akan berdiri di perbatasan Desa Waai dan Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon. Lahan yang telah disediakan seluas 700 hektare yang terintegrasi antara pelabuhan logistik dan pelabuhan perikanan serta industri perikanan dalam satu lokasi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA