Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Pemprov Sumbar-BSI Kerja Sama Kembangkan Ekonomi Syariah

Rabu 06 Oct 2021 19:27 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Gita Amanda

Pegawai melayani nasabah, (ilustrasi). Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) area Padang menjalin kerja sama penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan syariah.

Pegawai melayani nasabah, (ilustrasi). Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) area Padang menjalin kerja sama penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan syariah.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
BSI memiliki aset yang terbilang besar, yakni mencapai Rp 250 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) area Padang menjalin kerja sama penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan syariah. Kerja sama ini bertujuan untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian di daerah itu.

Penandatangan kesepahaman dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Regional CEO III Palembang, PT Bank Syariah Indonesia, Alhuda DJ di Aula Kantor Gubernur, Rabu (6/10).

Baca Juga

"Potensi ekonomi syariah sangat besar di Sumbar. Dengan kerja sama ini diharapkan bisa mendorong pengembangan sektor tersebut," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan BSI memiliki aset yang terbilang besar, yakni mencapai Rp 250 triliun. Sementara masyarakat Sumbar yang 98 persen muslim dinilai tepat untuk pengembangan ekonomi syariah.

"Kita juga menawarkan BSI untuk berinvestasi di bidang kesehatan dengan membangun Rumah Sakit serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung sektor UMKM dan pertanian," ujar Mahyeldi.

Ia melihat di Sumbar juga tengah berkembang koperasi syariah. Koperasi syariah ini menurut Mahyeldi membutuhkan dukungan pendanaan dari perbankan syariah. Mahyeldi berharap BSI juga berperan dalam membantu koperasi syariah di Sumbar.

Mahyeldi menyebut Sumbar juga  tengah fokus dalam mengembangkan wisata halal. Untuk mengembangkan sektor ini lanjut Mahyeldi juga membutuhkan sokongan dana dari bank syariah.

Mahyeldi menyebut kendalanya perkembangan ekonomi syariah di Sumbar adalah rendahnya literasi masyarakat sehingga kemauan untuk bertransaksi di bank syariah juga belum terlalu tinggi.

"Ke depan bagaimana kita bisa bersinergi bersama membangun literasi masyarakat sehingga ekonomi syariah terus berkembang pesat," ujar Mahyeldi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA