Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Wapres: Masih Butuh Tujuh Bulan Lagi Herd Immunity Tercapai

Rabu 06 Oct 2021 09:57 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Mas Alamil Huda

Warga mengantre untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/10).

Warga mengantre untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/10).

Foto: ANTARA/Didik Suhartono/foc.
Vaksinasi 70 persen penduduk meleset dari target awal yakni pada akhir Desember 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, kekebalan kelompok atau herd immunity diperkirakan baru tercapai pada 2022 mendatang. Wapres menyebut, perkiraan ini mengacu pada capaian vaksinasi Covid-19 nasional saat ini dan juga kecepatan dalam proses vaksinasi setiap hari.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan, rata-rata vaksinasi harian per pekan telah mencapai 1,4 juta dosis per hari. "Dengan kecepatan vaksinasi tersebut, diperkirakan masih dibutuhkan 7 bulan dari sekarang atau sekitar pertengahan tahun 2022 untuk mencapai cakupan 70 persen," ujar Wapres, Rabu (6/10).

Wapres mengatakan, capaian vaksinasi nasional sampai dengan 3 Oktober 2021, untuk dosis pertama mencapai 45,03 persen dan untuk dosis kedua 25,29 persen. Karena itu, kata Wapres, masih diperlukan kerja keras untuk mencapai herd immunity dengan 70 persen cakupan vaksinasi pertama dan kedua.

Jika mengacu perkiraan tersebut, maka target vaksinasi untuk sasaran 208,5 juta orang meleset dari target awal yakni pada akhir Desember 2021. "Bila kita menginginkan proses vaksinasi selesai pada akhir tahun 2021 ini juga, maka kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta vaksinasi per hari," kata Wapres.

Wapres pun berharap sinergi dari berbagai pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional. Salah satunya, pemerintah mengharapkan TNI dan POLRI terus membantu peningkatan percepatan vaksinasi di daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya termasuk di daerah aglomerasi. Sebab, pemerintah mencatat masih banyak daerah yang tertinggal dalam capaian vaksinasi.

Baca juga : Antibodi dari Vaksin Pfizer Bisa Merosot, Solusinya?

"Saya juga meminta agar TNI dan Polri memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna meningkatkan kecepatan vaksinasi. Langkah ini juga akan disertai insentif berupa penurunan level PPKM di wilayah yang dapat memenuhi target vaksinasi yang telah ditetapkan," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA