Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Uni Eropa: Perilaku Pemerintah Taliban tak Menggembirakan

Senin 04 Oct 2021 10:46 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Pejuang Taliban mengawal wanita berbaris mendukung pemerintah Taliban di luar Universitas Kabul, Afghanistan, pada Sabtu, 11 September 2021.

Pejuang Taliban mengawal wanita berbaris mendukung pemerintah Taliban di luar Universitas Kabul, Afghanistan, pada Sabtu, 11 September 2021.

Foto: AP Photo/Bernat Armangue
Uni Eropa tetap salurkan bantuan kemanusiaan ke Agfhanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) untuk Urusan Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Josep Borrell pada Minggu (3/10) mengatakan bahwa perilaku pemerintah Taliban hingga saat ini "tidak terlalu menggembirakan". Setiap keruntuhan ekonomi di Afghanistan akan meningkatkan risiko terorisme dan ancaman lainnya, kata Borrell.

"Tentu ini sebuah dilema. Karena jika Anda mau berkontribusi untuk menghindari keruntuhan ekonomi sebuah negara, dengan cara tertentu, Anda bisa mempertimbangkan mendukung pemerintahnya... Tergantung perilaku mereka (Taliban). Dan perilaku mereka selama ini tidak terlalu menggembirakan," ujarnya.

Baca Juga

Uni Eropa meningkatkan bantuan kemanusiaannya ke Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan, tetapi menghentikan bantuan pembangunan. Langkah itu juga dilakukan oleh negara-negara lain dan Bank Dunia."Jika ekonomi (Afghanistan) runtuh, maka situasi kemanusiaan akan jauh lebih buruk. Tekanan bagi orang-orang untuk meninggalkan negara itu akan lebih besar, ancaman-ancaman teroris akan lebih besar, dan risiko dari Afghanistan yang mempengaruhi masyarakat internasional juga akan lebih besar," ujar Borrell.

Borrell yang berbicara pada konferensi pers bersama mitranya dari Arab Saudi juga berharap pembicaraan tentang nuklir antara negara-negara kekuatan global dan Iran akan dimulai kembali di Wina "segera".

Borrell berada di Riyadh setelah mengunjungi Qatar dan Uni Emirat Arab. Diplomat Uni Eropa itu  memberi tahu para mitranya tentang prospek memulai kembali pembicaraan nuklir dan berdiskusi dengan pejabat Arab Saudi tentang Yaman dan Afghanistan.

Baca juga :Kartunis yang Gambar Nabi Muhammad Tewas dalam Kecelakaan

Berbicara tentang kawasan Uni Eropa, dia mengatakan EU siap untuk menjajaki kesepakatan perdagangan dengan negara-negara Teluk. Dia menyebutkan bahwa bahwa blok negara Eropa itu mendukung upaya modernisasi Arab Saudi. "Uni Eropa juga terlibat dalam hak asasi manusia dan berharap agar dialog tentang hal itu akan memberikan 'hasil nyata'," kata Borrell.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA