Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Akun Twitter Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid Dibatasi

Senin 04 Oct 2021 09:46 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

 Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Foto: AP/Muhammad Farooq
Meski dibatasi, namun pengguna tetap bisa melihat profil Mujahid.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Akun jejaring media sosial Twitter juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid sementara dibatasi oleh perusahaan atas dugaan adanya aktivitas ‘tidak biasa’.

Saat membuka profil akun Mujahid, Twitter memberikan pesan : “Perhatian: Akun ini sementara dibatasi. Anda melihat peringatan ini karena ada beberapa aktivitas tidak wajar dari akun ini. Apakah Anda masih ingin melihatnya?"

Meski demikian, Twitter tetap menyediakan opsi untuk melihat profil Mujahid. Sebelumnya, cicitan juru bicara kelompok yang kini kembali berkuasa di Afghanistan itu membahas tentang ledakan bom di sebuah masjid di Ibu Kota Kabul dan diunggah pada Ahad (3/10) sore.

Mujahid juga sempat mengunggah foto-foto dengan keterangan bahwa perwakilan Taliban mendistribusikan kebutuhan pokok kepada orang-orang terlantar di Provinsi Panjshir. Belum jelas apa yang dimaksud dengan aktivitas tidak biasa oleh Twitter di akun tersebut.

Selama ini Mujahid dikenal sebagai juru bicara baru Taliban yang muncul di sebuah konferensi pers setelah kelompok itu merebut kendali atas Kabul pada pertengahan Agustus. Ia diketahui mempelajari bidang yurisprudensi Islam dari Seminari Haqqania di barat laut Pakistan.

Baca juga : Hamas Berharap Taliban Bantu Perjuangan Palestina

Selama bertahun-tahun pada periode ketika pasukan Amerika Serikat (AS) ditempatkan di Afghanistan, Mujahid beroperasi dalam bayang-bayang. Ia sekarang menjabat sebagai juru bicara resmi Taliban dan telah membuat beberapa pernyataan tentang pemerintahan di Afghanistan sejak kelompok itu merebut kekuasaan. Ia juga aktif menggunakan platform media sosial Twitter untuk membuat pernyataan resmi atas nama Taliban.

Baca Juga

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA