Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Pasar Baltos Bandung Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

Rabu 29 Sep 2021 12:12 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolandha

Sebuah pengumuman besar berisi ketentuan pengunjung di pasang di pintu Balubur Town Square (Baltos) Jalan Tamansari, Kota Bandung, Ahad (8/8). Di masa PPKM Level 4 pasar tradisional dan modern diperbolehkan buka dengan ketentuan 50 persen pengunjung dari kapasitas normal, penerapan prokes dan pedagang serta pengunjung yang masuk sudah di vaksin.

Sebuah pengumuman besar berisi ketentuan pengunjung di pasang di pintu Balubur Town Square (Baltos) Jalan Tamansari, Kota Bandung, Ahad (8/8). Di masa PPKM Level 4 pasar tradisional dan modern diperbolehkan buka dengan ketentuan 50 persen pengunjung dari kapasitas normal, penerapan prokes dan pedagang serta pengunjung yang masuk sudah di vaksin.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Pasar Baltos merupakan satu pasar yang sudah menggunakan PeduliLindungi di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pasar Baltos di Kota Bandung mulai uji coba menggunakan aplikasi PeduliLindungi sejak satu pekan terakhir untuk meminimalkan penyebaran Covid-19. Para pengunjung dan pedagang harus menscan terlebih dahulu barcode aplikasi tersebut dan telah divaksinasi dua kali.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang melakukan uji coba penggunaan aplikasi Pedulilindungi di beberapa kota termasuk di Bandung. Dua pasar yang ditunjuk yaitu Pasar Baltos dan Pasar Sederhana.

Baca Juga

"Dari Disdagin Kota Bandung kalau Baltos clear karena pegawai di Baltos sudah hampir divaksinasi tinggal sedikit lagi dan akses masuk tidak banyak dipasang aplikasi Pedulilindungi," ujarnya, Rabu (29/9).

Ia mengatakan, saat ini Pasar Baltos merupakan satu pasar yang sudah menggunakan aplikasi Pedulilindungi di Kota Bandung. Sementara itu, pihaknya merasa keberatan kepada Kemendag terkait penunjukan Pasar Sederhana.

"Pedagang yang divaksin di Pasar Sederhana masih sedikit jadi dari 700 baru 200, itu gimana mau dipasang aplikasi kalau pedagang belum divaksin. Kedua akses masuk lebih dari 15, gimana nyimpen scan barcode terus terang kami keberatan," katanya.

Elly menambahkan, saat ini pihaknya sedang menggenjot vaksinasi untuk para pedagang di pasar tradisional. Vaksinasi bagi karyawan dan pedagang di ritel dan mal di Kota Bandung sudah selesai.

"Kemarin Selasa sudah vaksinasi bekerja sama dengan Perumda Pasar, vaksin dari Disperindag Jabar 3.800 baru terpakai 1.000 lebih sisanya untuk percepatan vaksinasi pedagang lainnya," katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya sedang mendorong agar pengawasan di pintu masuk mal, ritel, dan pasar yang sudah dipasang aplikasi PeduliLindungi diperketat. Mereka yang dikategorikan kuning dan hijau diperbolehkan masuk sedangkan merah apalagi hitam dilarang masuk.

"Kita pantau terus sesuai arahan Pak Sekda, di gate masuk betul harus ketat, pegawai security yang boleh masuk kuning dan hijau. Merah gak bisa masuk apalagi hitam," ungkapnya.

Terkait berita tentang banyaknya pengunjung positif Covid-19 berkeliaran di mal, Elly meluruskan bahwa mereka yang berstatus merah bukan diizinkan masuk akan tetapi aplikasi mendeteksi dini sebelum mereka masuk. Pihaknya juga menemukan kasus warga yang terdeteksi hitam namun sudah sembuh.

"Yang berkeliaran di mal itu diluruskan justru itu tidak diizinkan masuk, ada yang hitam fakses telat mengentry padahal itu (pengunjung) sudah sembuh," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA