Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Haedar: Ormas yang Mandiri Ciri dari Umat Terbaik

Rabu 29 Sep 2021 02:40 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Muamalat dan Bank KB Bukopin

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Muamalat dan Bank KB Bukopin

Foto: Dokumen.
Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Muamalat dan Bank KB Bukopin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia. Kerja sama ini berfokus kepada peningkatan kesehatan masyarakat, kesejahteraan umat, dan pelayanan amal usaha.

MoU ditandatangani Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Sekum Abdul Mu'ti, Bendahara Marpuji Ali, Ketua MPKU Mohammad Agus Samsudin, Dirut Bank Muamalat Indonesia Achmad Kusna Permana, dan Dirut Bank KB Bukopin Dery Januar.

Baca Juga

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menekankan  Muhammadiyah, Bank KB Bukopin, dan Bank Muamalat Indonesia ingin terus meningkatkan hubungan. Yang mana, berbentuk simbiosis mutualistis dan terus menggelorakan semangat taawun.

Haedar berharap, ini bisa saling memajukan satu sama lain baik Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia maupun Muhammadiyah. Sebab, semua amal usaha tidak mungkin berkembang tanpa sinergi tingkatkan kualitas dan kuantitas yang lebih.

Ini keinginan agar yang dijalankan Muhammadiyah semakin berkualitas, kuat dan mandiri. Ormas lebih mandiri jadi kekuatan yang memberi orang lain dan tidak lagi menerima. Haedar meyakini, ormas mandiri jadi ciri dari khair al ummah.

"Sebab, semakin ormas lebih banyak memberi dari menerima semakin baik. Artinya, ormas memang jadi penjelmaan khair al-ummah, institusi terbaik. Dan itu yang diajarkan Islam," kata guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

Dia menambahkan, menjalin kerja sama dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia juga agar Muhammadiyah dan umat Islam tidak hanya mandiri tapi lebih kuat. Sehingga, lebih leluasa dalam jalankan dakwah amar makruf nahi mungkar.

 

"Kita berharap dengan ini bisa saling berkontribusi membangun negeri, jangan sampai tergantung. Karenanya, amal usaha dan kegiatan usaha di Muhammadiyah ini agar jadi kekuatan mandiri dan memberi manfaat seluas-luasnya," ujar Haedar.

Dirut Bank KB Bukopin, Dery Januar berharap, kerja sama ini mampu menciptakan pemanfaatan produk-produk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. Baik dalam rangka pengembangan usaha Muhammadiyah maupun kelancaran program-program lain.

Mulai penyediaan perumahan untuk dosen, dokter dan karyawan Muhammadiyah lain. Dery menekankan, mereka membutuhkan mitra yang mampu bersinergi membangun dan memanfaatkan layanan perbankan, sehingga MoU ini bermanfaat bagi semua pihak.

"Menjadi hal yang positif baik bagi kami selaku perbankan maupun semua insan di Persyarikatan Muhammadiyah," kata Dery dalam acara MoU Muhammadiyah dengan Bank KB Bukopin Syariah dan Bank Muamalat Indonesia di Jakarta, Selasa (28/09).

Dirut Bank Muamalat Indonesia, Achmad Kusna Permana berharap, dengan Mou ini dapat bersatu tingkatkan kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia. Dia menilai, berlomba-lomba dalam kebaikan dan tolong menolong merupakan prinsip dasar.

Yang mana, selama ini senantiasa menjadi pegangan baik oleh Muhammadiyah maupun Bank Muamalat Indonesia. Karenanya, dia mengajak Muhammadiyah untuk sama-sama tolong menolong dalam kebaikan takwa serta menghindari hal-hal tidak baik.

"Semoga Allah SWT mencatat niat baik dari kedua institusi ini sebagai jariyah terbaik untuk semua individu yang ada di dalamnya," ujar Kusna.   

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA