Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

KAI Siapkan Inovasi Peningkatan Kualitas Layanan

Selasa 28 Sep 2021 17:49 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda

Petugas memberikan pengarahan kepada penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta, (ilustrasi). KAI terus menyiapkan berbagai inovasi untuk meningkatkan layanan kepada penumpang.

Petugas memberikan pengarahan kepada penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta, (ilustrasi). KAI terus menyiapkan berbagai inovasi untuk meningkatkan layanan kepada penumpang.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Di masa pandemi KAI melakukan transformasi digital untuk peningkatan pelayanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usianya ke-76 tahun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan terdapat sejumlah inovasi yang diterapkan dalam operasional kereta.

“Inovsi ini diantaranya penyediaan fasilitas Wifi gratis di kereta, layanan Live Cooking di kereta makan, serta layanan First Mile and Last Mile,” kata Didiek dalam acara HUT KAI ke-76 yang disiarkan secara daring, Selasa (28/9).

Dia mengatakan, pada masa pandemi Covid-19, KAI juga melakukan transformasi digital untuk peningkatan pelayanan. Begitu juga dengan pengembangan bisnis-bisnis penunjang. Inovasi di bidang digital tersebut diantaranya dengan menghadirkan program loyalitas rail point, sistem pembayaran KAI Access menggunakan QRIS, dan LinkAJa. Begitu juga dengan direct debit serta integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI.

“Transformasi digital yang KAI lakukan saat ini merupakan suatu milestone yang sangat penting untuk mencapai visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem terbaik untuk Indonesia,” ungkap Didiek.

Didiek menyebutkan terdapat tiga alasan transformasi digital sangat penting bagi KAI. Pertama, kata dia, perubahan tidak dapat dihindari dan jika perusahaan tidak bisa menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan teknologi maka perusahaan akan kalah unggul dibandingkan dengan perusahaan lain yang dapat menyesuaikan teknologi secara cepat.

Kedua yaitu bisnis menjadi efektif dan efisien. “Jika sebelumnya upaya pemasaran dilakukan secara nondigital, sekarang KAI bisa memasarkan dan menjual produk-produknya melalui berbagai media online, media sosial, dan website,” ungkap Didiek.

Ketiga yaitu upaya untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Didiek menilai, teknologi yang canggih seperti media sosial membuat konsumen membeli sesuatu dengan lebih mudah, seamless, dan mendapatkan respons yang lebih cepat dari perusahaan ketika pelanggan menyampaikan masukan atau komplain sehingga hal tersebut akan meningkatkan kredibilitas layanan KAI.

“Dengan perbaikan pelayanan yang dilakukan secara intensif, kami berharap dapat meningkatkan animo masyarakat untuk tetap setia menggunakan jasa KAI sebagai pilihan utamanya,” jelas Didiek.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA