Selasa 28 Sep 2021 17:11 WIB

Erick Sebut Renovasi Sarinah Rampung pada Maret

Sarinah baru akan menampilkan kondisi yang sangat nyaman dan menarik untuk pengunjung

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Menteri BUMN Erick Thohir bersama peserta program Girls Take Over BUMN saat meninjau renovasi Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (28/9). Gedung Sarinah yang merupakan  salah satu gedung bersejarah karena menjadi pusat perbelanjaan tertua di Indonesia sekaligus terdapat relief kuno yang sudah ada sejak tahun 1960 tersebut akan dijadikan pusat perbelanjaan yang mendorong produk lokal dan UMKM. Renovasi gedung Sarinah akan diresmikan pada Maret 2022 mendatang.Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menteri BUMN Erick Thohir bersama peserta program Girls Take Over BUMN saat meninjau renovasi Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (28/9). Gedung Sarinah yang merupakan salah satu gedung bersejarah karena menjadi pusat perbelanjaan tertua di Indonesia sekaligus terdapat relief kuno yang sudah ada sejak tahun 1960 tersebut akan dijadikan pusat perbelanjaan yang mendorong produk lokal dan UMKM. Renovasi gedung Sarinah akan diresmikan pada Maret 2022 mendatang.Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan, wajah baru pusat perbelanjaan Sarinah dapat selesai pada tahun depan. Erick mengatakan, target ini terpaksa harus mundur akibat pandemi. Hal ini disampaikan Erick saat meninjau renovasi Sarinah bersama enam finalis program Girls Takeover di Sarinah, Jakarta, Selasa (28/9).

"Hari ini merupakan pengecekan yang kita lakukan terus menerus. Saya sudah tiga kali, progres sangat bagus, awalnya direncanakan awal Agustus tapi karena pandemi kita putuskan untuk buka pada Maret tahun depan," ucap Erick. 

Baca Juga

Erick mengatakan, Sarinah bukan sekadar pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, melainkan juga menyimpan relief bersejarah yang membuat Sarinah masuk dalam cagar budaya. Erick menegaskan, renovasi gedung tidak akan menghilangkan keberadaan relief. 

"Ini membuktikan, sejarah itu tidak boleh dilupakan dan di sinilah Sarinah tetap menjadi bagian sejarah, namun dengan ekosistem dan bisnis model yang baru," ungkap Erick.

Menurut Erick, Sarinah baru akan menampilkan kondisi sangat nyaman dan menarik untuk pengunjung. "Yang kita tunggu-tunggu nanti hasil dari relief yang diperbaiki, tadi saya sudah cek bagus tapi kita tunggu hari terbaik untuk memamerkan relief itu," lanjut Erick. 

Erick menyampaikan, Sarinah akan menjadi etalase bagi produk UMKM dan jenama lokal berkualitas. Erick berharap, kehadiran Sarinah baru menjadi momentum dalam kebangkitan jenama lokal. Erick menilai generasi muda dan kreator dalam negeri memiliki kualitas yang luar biasa dalam menghasilkan karya.

"Kita harap, semua merek lokal juga berkualitas ekspor ke depan. Sarinah beda dengan mal lain. Di sini mesti berbisnis tapi ada keberpihakan kepada produk lokal," kata Erick menambahkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement