Selasa 28 Sep 2021 13:39 WIB

Uni Emirat Arab Kecam Intervensi Iran di Kawasan

UEA minta negara-negara Arab dilibatkan dalam pembicaraan kesepakatan nuklir Iran

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Bendera Iran  (ilustrasi)
Foto: politico.ie
Bendera Iran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) Khalifa Shaheen al-Marar mengecam campur tangan Iran di kawasan. Ia meminta agar negara-negara Arab disertakan dalam setiap pembicaraan pemulihan kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

“Kami tidak dapat mengabaikan pengembangan program nuklir dan rudal balistik Iran, serta campur tangan Iran di kawasan itu,” kata al-Marar dalam pidatonya Majelis Umum PBB pada Senin (27/9), dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

Dia mengungkapkan, setiap perjanjian dengan Iran di masa mendatang harus bisa menutupi atau mengatasi kekurangan JCPOA. Selain itu, negara-negara di kawasan perlu dilibatkan dalam pembicaraan.

Terkait perang di Yaman, Libya, dan Suriah, al-Marar menyebut semua intervensi asing perlu diakhiri. “Intervensi kasar regional di urusan Arab harus dihentikan guna mengakhiri siklus konflik di kawasan Arab dengan berhasil,” ujarnya, merujuk pada tentara bayaran dari negara-negara regional, termasuk Turki.

Terkait konflik Yaman, al-Marar menilai ada peluang untuk mencapai gencatan senjata dan perdamaian berkelanjutan. “Kami telah melihat inisiatif asli yang terbaru dipresentasikan Kerajaan Arab Saudi guna mengakhiri perang di Yaman. Agar upaya ini berhasil, semua pihak harus menunjukkan komitmen dan tekad,” ucapnya.

Namun, dia mengakui ada satu masalah, yakni milisi Houthi masih melanjutkan tindakan agresif dan provokatif mereka. Al-Marar juga berbicara tentang perlunya mengakhiri pendudukan semua wilayah Palestina dan Arab. Dia menekankan dukungan bagi pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement