Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Akun Facebook Mantan Presiden Afghanistan Diretas

Selasa 28 Sep 2021 06:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Foto: . EPA-EFE/SHAWN THEW
Peretasan terjadi usai akun Ghani mengunggah dukungan kepada Taliban

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Akun Facebook mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah diretas. Ghani pada Senin (27/9) mengatakan, akunnya diretas setelah dia mengunggah sebuah pesan yang mendukung Taliban.

"Halaman Facebook resmi Mohammad Ashraf Ghani telah diretas. Konten yang diunggah di halaman Facebook sejak kemarin tidak berlaku lagi,” ujar sebuah pesan di halaman Twitter Ghani.

Baca Juga

Peretasan terjadi setelah Ghani membuat pernyataan singkat di halaman Facebook-nya, yang mendesak masyarakat internasional untuk mengakui dan mendukung pemerintahan Taliban di Afghanistan. Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus lalu, ketika pasukan asing mulai meninggalkan negara tersebut.

 “Masyarakat internasional harus memahami bahwa jika Afghanistan ingin memiliki kemakmuran dan perdamaian, maka (mereka harus) mengulurkan tangan persahabatan ke sana,” ujar Ghani, dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/9).

Ghani melarikan diri setelah Taliban merebut ibu kota Kabul. Ghani diketahui berada di Uni Emirat Arab (UEA).

Awal bulan ini, Ghani menolak tuduhan bahwa dia melarikan diri dengan membawa uang senilai jutaan dolar. Ghani menyatakan penyesalannya karena pergi tanpa memastikan stabilitas dan kemakmuran di Afghanistan. Ghani mengatakan, dia disarankan untuk pergi dari Kabul karena ada ancaman.

Baca juga : Krisis Keuangan, Ethiopia Tutup Kedubes di Mesir

“Saya meminta maaf kepada orang-orang Afghanistan bahwa saya tidak dapat mengakhirinya secara berbeda. Tidak pernah ada niat saya untuk meninggalkan warga masyarakat," ujar Ghani. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA