Cakupan Vaksinasi Dosis Pertama di DIY Capai 78 Persen

Rep: my36/my37/ Red: Yusuf Assidiq

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di DIY.
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di DIY. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggandeng Biro Administrasi Perekonomian dan SDA DIY, Badan Kepegawaian Daerah DIY,  Bulog Kanwil Yogyakarta, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Yogyakarta untuk bersama menggelar vaksinasi massal. Pada kegiatan yang berlangsung di kampus UPN Veteran itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, tujuan diadakan vaksinasi massal ini guna menyokong program percepatan vaksinasi di DIY.

“Kita berkolaborasi bersama untuk mengawal warga DIY yang akan mendapatkan vaksinasi dosis pertama,” ujar Pembayun. Dijelaskan, program vaksinasi massal di UPN Veteran sudah diakses sekitar 850 peserta vaksinasi.

Sehingga, registrasi vaksinasi masih akan terus dibuka sampai mencapai target yang sudah ditentukan, yaitu sekitar 1.500 orang. “Untuk dosis pertama ini kita pakai vaksin Sinopharm, dan dosis kedua dalam jangka waktu empat pekan akan kami lakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa cakupan vaksinasi di DIY untuk dosis pertama sudah mencapai 78 persen. Sedangkan khusus lansia menjadi salah satu barometer leveling pada PPKM sudah mendapatkan vaksinasi mencapai  60 persen.

Ditambahkan, Gubernur DIY menargetkan pada akhir September vaksinasi dapat mencapai 80 persen. Sehingga, dengan capaian persebaran 80 persen vaksinasi yang diterima warga DIY, akan menjadi herd immunity alias sebagian besar populasi masyarakat telah kebal terhadap penyakit menular tertentu.

Sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan. “Insya Allah di DIY akan membaik lagi, akan lebih aman lagi, sehingga ekonomi warga DIY perlahan-lahan kembali lebih baik,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Juaheni mengatakan, dalam program ini pihaknya menyediakan beras Fortifit yang sangat bagus untuk meningkatkan imun dan pertumbuhan. Dijelaskan, beras Fortifit merupakan hasil inovasi anak bangsa yang dijadikan sumber pangan yang kaya akan vitamin A, B1, B3, B6, B9, B12, dan Zinc.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi pandemi covid dan membangkitkan perekonomian masyarakat. Terkait beras Fortivit yang dibagikan pada masyarakat, Juaheni berharap beras itu nantinya bisa bermanfaat. “Beras yang disediakan jumlahnya ada 2.000 kilogram beras, jadi per orang mendapatkan satu kg beras Fortifit,” jelas Juaheni.

 

Juaheni menegaskan  sasaran vaksinasi massal ini merupakan semua kalangan yang belum melakukan vaksinasi, tetapi yang diutamakan masyarakat Yogyakarta.  “Kegiatan ini sudah kita lakukan di beberapa kota, kemarin sudah juga di Yogya, kemudian di Banjarnegara, di Cilacap juga sudah. Mudah mudahan kami bisa terus berkolaborasi dalam setiap kegiatan vaksinasi nantinya,” ungkap dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


Vaksinasi Pelaku Industri Wisata di Jabar Sasar 7.500 Orang

Vaksinasi Covid-19 di Pemukiman Warga Padat Penduduk

UMP Terus Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19

Pasien Covid-19 ICU Menyesal tidak Divaksinasi Tepat Waktu

Tak Cuma Candi, Kopi Pun Jadi Identitas Magelang

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark