Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tiga Daerah Sumbang Transaksi Bursa Tertinggi di Sulteng

Ahad 26 Sep 2021 21:18 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ilustrasi). Tiga daerah di Sulteng mencatat transaksi tertinggi di pasar modal.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ilustrasi). Tiga daerah di Sulteng mencatat transaksi tertinggi di pasar modal.

Foto: Antara/Reno Esnir
Pertumbuhan pasar modal Sulawesi Tengah cukup positif dan terus meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tiga kabupaten di Sulawesi Tengah penyumbang porsi tertinggi transaksi di lantai pasar modal provinsi itu hingga Agustus 2021.

"Transaksi ini meningkat dipicu meningkatnya investor di lantai bursa saham yang berdampak positif terhadap pasar modal Sulawesi Tengah," kata Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Tengah Dendi Faisal Amin yang dihubungi di Palu, Ahad (26/9).

Ia memaparkan, tiga daerah tertinggi transaksi yakni Kota Palu sebesar Rp 336 miliar lebih, disusul Kabupaten Tolitoli dengan transaksi sebesar Rp 227 miliar lebih serta Kabupaten Banggai sebesar Rp 39 miliar lebih.

Menurut BEI, kebijakan pemerintah dalam menekan angka kasus Covid-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai pada Juli lalu tidak mengganggu bisnis di bursa efek. Sebab, kegiatan bisnis melalui platform pasar modal sepenuhnya dilakukan dalam jaringan (daring), sehingga tidak ada transaksi secara langsung atau tatap muka.

"Artinya di portofolio saham, investor hanya melakukan pemantauan Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) melalui gadget masing-masing, berbeda dengan bisnis lainnya," ucap Dendi.

Ia menilai, pertumbuhan pasar modal Sulawesi Tengah cukup positif dan setiap tahun terus mengalami kenaikan dan saat ini berada di posisi 22 persen pada Agustus lalu. "Tidak menutup kemungkinan, pada September ini angka transaksi itu melebihi dari angka sebelumnya," kata Dendi menambahkan.

Data transaksi di Sulawesi Tengah pada Juli lalu tercatat di angka Rp 554 miliar. Kemudian Agustus kembali meningkat hingga sekitar Rp 674 miliar, jumlah ini naik karena intensitas investor melakukan transaksi saham cukup tinggi.

Dari segi jumlah, provinsi ini mengalami kenaikan sebanyak 1.639 investor baru di portofolio saham di bulan lalu. Hal ini tidak terlepas dari giat sosialisasi dan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, baik melalui daring maupun luring.

"Hingga kini jumlah investor di pasar modal Sulawesi Tengah sebanyak 26.099 investor. Kami berharap di akhir 2021 nanti jumlah investor lebih meningkat, " kata Dendi.

 

Baca Juga

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA