Ahad 26 Sep 2021 08:39 WIB

Jabar Target Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 pada Desember 2021

Penyuntikan vaksin di Jabar saat ini mencapai di 311 ribu per hari.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) bersama Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial Angkie Yudistia (kedua kiri) meninjau gebyar vaksin bagi disabilitas di SLBN Cicendo, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2021). Ridwan Kamil menyatakan, hingga September 2021 jumlah penerima vaksin COVID-19 di Jawa Barat mencapai 21,6 juta warga dengan rata-rata penyuntikkan sebanyak 311.000 dosis perhari.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) bersama Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial Angkie Yudistia (kedua kiri) meninjau gebyar vaksin bagi disabilitas di SLBN Cicendo, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2021). Ridwan Kamil menyatakan, hingga September 2021 jumlah penerima vaksin COVID-19 di Jawa Barat mencapai 21,6 juta warga dengan rata-rata penyuntikkan sebanyak 311.000 dosis perhari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terus berupaya mengejar herd immunity atau kekebalan kelompok yang diharapkan tuntas pada Desember 2021 ini. Vaksinasi menuju target 32 juta jiwa pun terus dilakuan, seperti yang hadir di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung, akhir pekan ini.

Menurut Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi, vaksin untuk difabel menggunakan Sinoparm yang merupakan pemberian dari Raja Arab Saudi. Di mana awalnya vaksin itu akan digunakan untuk jamaah haji. 

Baca Juga

Mengingat tidak jadi digunakan untuk jamaah haji, kata dia, maka vaksin tersebut dihibahkan untuk rakyat Indonesia yang disabilitas di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

"Dan capaian Jabar paling tinggi. Dan hari ini rencananya staff khusus kepresidenan akan memberikan penghargaan kepada pak Gubernur atas upayanya untuk percepatan dan penutasan vaksin untuk disabilitas," ujar Dedi.

Dedi mengatakan, rata-rata penyutikan vaksin di Jawa Barat terus meningkat. Sebelumnya, hanya di sekitar 194 ribu per hari, saat ini mencapai di 311 ribu per hari. 

"Memang capaian tertinggi di tanggal 28 Agustus mencapai 434 ribu," katanya.

Menurutnya, kalau konsistensi tersebut bisa terjaga, maka akan ada lima kota kabupaten yang akan segera menuntaskan vaksinasi di tanggal 11 Desember 2021 ini. Lima daerah itu, yakni kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bogor, dan Kota Banjar dan kabupaten Sumedang.

"Tapi ada tiga kabupaten yang kalau tidak ditingkatkan vaksinasinya maka akan selesai di tahun 2023. Di antaranya Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Ciamis," katanya.

Karena itu, kata dia, ke depan selain ada kesamaan target vaksin pihaknya pun telah merumuskan untuk menemukan kesamaan petugas vaksiniator dan kesamaan perencanaan per bulan dalam vaksinasi. Misalnya, dengan membebani bidan maupun perawat yang membuka praktek di luar jam kerja, atau jam 16.00 ke atas untuk turut menyuntikan vaksin kepada masyarakat Jabar.

"Jadi rencananya seperti itu, jadi kalau di hitung ada 12500 bidan praktek yang ada di seluruh Jabar, kalau kita bebani di sekitar 30 orang per hari yang mereka sanggupi, otomatis sudah menimbulkan peningkatan harian," ujarnya.

Sementara menurut Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Angkie Yudistia menyambut baik capaian vaksinasi khusus disabilitas di Jabar. Secara keseluruhan vaksin yang disiapkan untuk penyandang disabilitas di Indonesia adalah 450.000 dosis yang merupakan jenis Sinopharm. 

"Vaksin hibah jenis Sinopharm diberikan kepada penyandang disabilitas sebanyak 450.000 dosis. Hibah jenis sinopharm ini dari raja UEA. Jadi tanggung jawabnya cukup luar biasa banget," kata Angkie. 

Angkie mengatakan, Jawa Barat mendapatkan alokasi vaksin disabilitasnya sebanyak target sasaran 60.824 atau 121.648 dosis. Untuk dosis satu ini melebihi target sebanyak 101 persen untuk dosis satu. Untuk Kota Bandung mendapatkan alokasi 13.755 dan sudah 100 persen realisasinya untuk dosis pertama. 

“Ini semua karena gotong royong,” kata Angkie. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement