Sabtu 25 Sep 2021 14:47 WIB

Denmark Berikan Dana Hibah 72 Juta Dolar AS untuk Palestina

Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperluas kapasitas ekonomi Palestina

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih
 Pengunjuk rasa wanita tua Palestina mengangkat bendera Palestina. Ilustrasi.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Pengunjuk rasa wanita tua Palestina mengangkat bendera Palestina. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Denmark memberikan dana hibah kepada Palestina sebesar 72 juta dolar AS untuk mendukung upaya mencapai kemerdekaan. Dana tersebut akan digunakan untuk pemerintah daerah, pertanian, masyarakat sipil, dan bidang lainnya.

Menteri Keuangan Otoritas Palestina (PA), Shukri Bishara, dan Perwakilan Denmark untuk Palestina, Ketil Karlsen, menandatangani kesepakatan pada Jumat (24/9) di Ramallah. Perdana Menteri PA Mohammad Shtayyeh bersama dengan para menteri pertanian dan pemerintah daerah juga hadir dalam penandatanganan tersebut.

Baca Juga

“Kami berterima kasih atas kemitraan antara Palestina dan Denmark. Ini bukan bantuan pertama, tetapi ini adalah proses kemitraan untuk perdamaian dan keadilan, termasuk pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran serta membantu membangun institusi Palestina," ujar Shtayyeh dilansir Middle East Monitor, Sabtu (25/9).

Shtayyeh mengatakan dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperluas kapasitas ekonomi Palestina. Dengan demikian secara bertahap Palestina dapat melepaskan diri dari ketergantungan kolonial dan pendudukan Israel.

"Kami ingin mencapai tujuan akhir untuk mengakhiri pendudukan dan mendirikan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan layak untuk hidup berdampingan dengan semua tetangganya," kata Shttayeh.

Menurut kantor berita Wafa, Karlsen menyebut perjanjian itu menandai peluncuran program kemitraan baru. Denmark berkomitmen memberikan dana bantuan kepada Palestina senilai 154 juta dolar AS untuk lima tahun ke depan.

"Dukungan Denmark berfokus pada hak asasi manusia, mempromosikan akuntabilitas bersama dengan demokrasi, dan menciptakan peluang kerja dengan fokus khusus pada perempuan dan pemuda," ujar Karlsen.

Karlsen menambahkan pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah dalam proyek-proyek pembangunan, terutama menciptakan lapangan kerja. Denmark juga mendukung perubahan nilai serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

"Ketentuan ini untuk mendukung hak-hak dan nilai-nilai fundamental dan ini adalah semangat dan isyarat melakukan pembangunan secara berbeda,” kata Karlsen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement