Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Kepala Dinkes Ungkap Permasalahan Vaksinasi di NTT

Rabu 22 Sep 2021 19:19 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Mas Alamil Huda

Seorang ibu menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama ketika dilaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi perempuan dan remaja di kantor Ditlantas Polda NTT, Kota Kupang, NTT.

Seorang ibu menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama ketika dilaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi perempuan dan remaja di kantor Ditlantas Polda NTT, Kota Kupang, NTT.

Foto: Antara/Kornelis Kaha
Sampai bulan Juli 2021, stok vaksin di NTT masih sangat sedikit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT), Messe Ataupah, mengatakan, saat ini percepatan vaksinasi di NTT sudah mulai bagus. Sebelumnya, sampai bulan Juli 2021, stok vaksin di NTT masih sangat sedikit. 

"Sekarang jumlah stok sudah lebih baik walaupun masih bisa dipercepat lagi. Seharusnya dalam sepekan kami mendapat 200-300 ribu dosis tetapi sekarang masih mendapat 100 ribu dosis, sehingga tidak jarang warga datang ke faskes untuk vaksinasi tetapi tidak kebagian, kecewa, lalu enggan untuk datang kembali untuk vaksinasi, " ungkap Messe dalam diskusi daring, Rabu (22/9). 

Ia mengungkapkan, beberapa kebijakan di daerah terkadang kurang mendukung percepatan, misalnya beberapa faskes di Kupang mewajibkan warga untuk swab antigen dahulu baru bisa mendapatkan vaksin. Hal ini, kata dia, membuat warga semakin enggan datang ke faskes untuk divaksin. 

"Namun demikian, tingkat penyerapan vaksin di NTT saat ini antara 87-90 persen, " ujarnya. 

Ia juga menyampaikan, untuk NTT, lokasi vaksinasi yang terpusat di faskes menjadi salah satu kendala. Peran serta dari pihak-pihak lain menurutnya akan sangat membantu untuk percepatan vaksinasi. "Karena secara geografis pun kami lebih kesulitan untuk menjangkau masyarakat," ujarnya. 

Selain itu, ketakutan akan efek samping juga masih menjadi tantangan dan membuat warga di NTT menjadi enggan divaksinasi, terutama lansia. Oleh sebab itu, perlu edukasi tentang efek samping vaksin yang tidak menakut-nakuti warga.

Dari data Kementerian Kesehatan pada Rabu (22/9) sore, capaian vaksinasi Covid-19 di NTT untuk dosis pertama baru mencapai 28,75 persen atau 1.101.426 orang dari jumlah sasaran 3,8 juta orang. Sementara vaksinasi dosis kedua baru mencapai 13,79 persen atau 528.232 orang.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA