Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Soal Gelombang Ketiga Covid-19, DPR: Jangan Lengah

Rabu 22 Sep 2021 06:51 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Prediksi gelombang ketiga pandemi Covid-19 bisa saja terjadi pada Desember 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog memprediksi puncak gelombang ketiga covid-19 bakal terjadi di bulan Desember 2021 mendatang. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mewanti-wanti seluruh pihak untuk waspada terkait kemungkinan terjadinya gelombang ketiga tersebut.

"Untuk mengantisipasi supaya terjadi  gelombang ketiga katakanlah seperti prediksi yang dikeluarkan oleh ahli-ahli itu mari kita sama-sama kepada bangsa Indonesia kita jangan lengah, kita tetap prokes, kita tetap saling mengingatkan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/9).

Dia mengimbau, seluruh masyarakat untuk bahu membahu mengantisipasi terjadinya kembali lonjakan kasus covid-19. Dia juga meminta, masyarakat untuk tetap saling menahan diri, apalagi November dan Desember merupakan bertepatan dengan momen liburan.

"Marilah kita kemudian memperkecil resiko artinya menjaga bukan hanya kita dan keluarga tetapi lingkungan sekitar kita," ucapnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga mengimbau, kepada pemerintah agar fasilitas sarana dan prasarana diwaspadakan. Selain itu, Rumah sakit rumah sakit juga diharapkan tetap dalam keadaan selalu siaga.  "Kalau gelombang ketiga itu ada kita sudah siap," tuturnya.

Sebelumnya, ahli epidemiologi dari Universtias Griffith, Dicky Budiman, mengatakan, prediksi gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia bisa saja terjadi Desember 2021.

"Dulu saya memprediksi Oktober, tapi berubah lagi, mundur lagi, jadi Desember. Desember pun gelombangnya menurun juga, merendah, enggak sebesar seperti prediksi sebelumnya," ujar dia.

Dia menyebut, hal ini terjadi karena adanya intervensi yang diterapkan. Di antaranya PPKM yang terus diperpanjang yang akan memperkecil potensi gelombang ketiga Covid-19.

"Semakin kita konsisten, semakin disiplin dalam memberikan intervensi, termasuk capaian vaksinasi, ini akan membuat potensi (gelombang ketiga) itu semakin jauh atau mengecil tapi tetap ada," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA