Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Lonjakan Kasus Covid-19 pada Juli Dipicu Faktor Dalam Negeri

Selasa 21 Sep 2021 20:24 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas kesehatan merawat pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Dr. Suyoto, Jakarta, Indonesia, Kamis, 29 Juli 2021. Indonesia mengalami gelombang kasus virus corona yang dahsyat, dipicu oleh varian delta mematikan yang pertama kali terdeteksi di India.

Petugas kesehatan merawat pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Dr. Suyoto, Jakarta, Indonesia, Kamis, 29 Juli 2021. Indonesia mengalami gelombang kasus virus corona yang dahsyat, dipicu oleh varian delta mematikan yang pertama kali terdeteksi di India.

Foto: AP/Tatan Syuflana
Dunia mengalami gelombang kedua infeksi Covid-19 lebih cepat pada April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pada Juli 2021 di Indonesia dipicu sejumlah faktor di dalam negeri. Dunia mengalami gelombang kedua infeksi Covid-19 lebih cepat pada April.

"Lonjakan kasus di Indonesia pada bulan Juli lalu tidak disebabkan oleh naiknya kasus global ataupun datang dari negara-negara lain, melainkan dari dalam Indonesia sendiri," kata Wiku saat menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang diikuti melalui YouTube BNPB dari Jakarta, Selasa (21/9) sore.

Baca Juga

Menurut Wiku, faktor internal penyebab kenaikan kasus dan penyebaran virus saat itu adalah meningkatnya mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat yang terjadi bersamaan dengan periode mudik Idul Fitri. Mobilitas yang tinggi itu dibarengi dengan sikap abai terhadap protokol kesehatan.

Wiku mengatakan, lonjakan kasus di Indonesia pada bulan Juli lalu nyatanya tidak berkontribusi signifikan terhadap kasus dunia, mengingat pada waktu yang sama, dunia sedang mengalami penurunan. Pun sebaliknya, lonjakan kasus di tingkat global dan beberapa negara tidak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kasus Indonesia.

Dunia mengalami gelombang kedua lebih cepat di bulan April, sedangkan Indonesia baru menyusul gelombang kedua pada Juli atau selang tiga bulan dari gelombang kedua dunia, kata Wiku menambahkan.

"Terbukti dengan kasus Covid-19 yang melandai di saat kasus di negara lain melonjak. Hal ini dapat terjadi karena upaya penjagaan batas negara yang ketat sehingga importasi kasus dari negara-negara yang sedang mengalami lonjakan dapat ditekan seminimal mungkin," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA