Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Menko PMK: Santri Kini Ada di Arus Utama Sistem Pendidikan

Rabu 22 Sep 2021 00:02 WIB

Red: Mas Alamil Huda

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Foto: Republika/Abdan Syakura
Santri dan pesantren juga sudah setara dan tak lagi mengalami perbedaan perlakuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Peringatan Hari Santri 2021 menjadi momentum bagi para santri mengobarkan semangat membangun Indonesia yang lebih baik. Santri dan pesantren kini bisa berperan lebih banyak.

Muhadjir memandang, peran santri dan pesantren juga sudah setara dan tak lagi mengalami perbedaan perlakuan sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pesantren. UU itu mengatur mengenai penyelenggaraan fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. 

Di samping itu, kata Muhadjir, pengesahan Peraturan Presiden Nomor 82/2021 semakin menegaskan pentingnya kehadiran pesantren dalam pembangunan manusia lewat peningkatan kualitas pendidikan.

"Artinya pesantren dan para santri telah berada di arus utama sistem pendidikan nasional kita. Dan ini suatu pengakuan yang tidak ternilai untuk kepentingan kita semua untuk membangun Indonesia ke depan dengan rahmatan lil'alamin," kata Muhadjir saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Santri 2021 yang diikuti secara virtual di Jakarta, Selasa (21/9).

Muhadjir mengatakan peran santri dan pesantren saat ini sangat vital dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan. Santri juga didorong untuk menjadi agen moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat guna menghalau segala ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, sumber daya manusia yang besar hingga mencapai kurang lebih lima juta santri menjadi modal dalam membangun negeri, utamanya di masa pandemi Covid-19. Menurut dia, para santri mesti terketuk hatinya dan terpanggil dalam menyukseskan serta membantu segala program pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

"Santri terpanggil untuk ikut menyukseskan, ikut bersatu padu menghadapi pandemi yang sungguh luar biasa kontraksinya terhadap sendi kehidupan kita. Mudah-mudahan akan melahirkan santri-santri yang hebat dunia akhirat, hebat ilmu pengetahuan dengan landasan iman dan taqwa," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA