Selasa 21 Sep 2021 14:07 WIB

Pembukaan Taman Kota di Jaksel Tunggu Keputusan Pemprov

Pembukaan taman kota di Jakarta dapat membantu perekonomian para pelaku UMKM.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Suasana sepi Taman Puring di Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang masih ditutup untuk umum, Rabu (15/9).
Foto: Republika/Prayogi
Suasana sepi Taman Puring di Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang masih ditutup untuk umum, Rabu (15/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan (Jaksel) masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait pembukaan kembali taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH) saat penyesuaian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Ibu Kota.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jaksel, Winarto, mengatakan, saat ini 346 taman kota di wilayah tersebut masih belum dibuka untuk umum. "Kebijakan berkenaan pembukaan, kita menunggu itu, kalau misalnya dibolehkan, kita siap buka dan harus siap dibuka, kalau memang regulasi ketentuannya RTH taman sudah demikian," kata Winarto di Jakarta, Selasa (21/9).

Winarto pun mendukung apabila opsi wajib vaksinasi diberlakukan sebagai syarat masuk taman kepada pengunjung. Menurut dia, hal itu akan berdampak baik bagi warga yang melakukan aktivitas di taman apabila sudah dibuka nantinya.

"Kalau vaksin memang diwajibkan, nanti kita persyaratkan bagi masyarakat. Contoh sekarang RTH makam, kita sudah minta harus menunjukkan kartu vaksin," kata Winarto.

Kendati belum dibuka, lanjut dia, seluruh taman kota tersebut dipastikan selalu mendapat perawatan dari para petugas. Tidak hanya pemeliharaan, Winarto menambahkan, petugas juga menanam tanaman baru di setiap taman dan juga di sekitar pembangunan jalan untuk menghijaukan lingkungan setempat.

"Walaupun saat ini tutup, tetap kita lakukan pemeliharaan. Untuk tanaman baru, titik-titiknya ada di Jalan Iskandar Muda, Jalan Gunawarman dan beberapa titik lainnya," ujarnya.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengemukakan, pembukaan taman kota di Ibu Kota dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat akan berdampak positif bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Trubus berharap, Pemprov DKI segera membuka kembali operasional taman karena dapat membantu perekonomian para pelaku UMKM.

"Menurut saya harusnya itu dibuka, karena berpengaruh pada pelaku UMKM di sana," kata Trubus di Jakarta, Kamis, (2/9). Trubus menilai, bila pembukaan mal ditujukan untuk ekonomi, pembukaan taman juga demikian yang akan meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM di sana.

"Kalau mungkin dibuka, idealnya sampai jam 10 malam supaya ada rentang waktu untuk memberi ruang kepada pedagang kecil mendapat keuntungan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement