Friday, 16 Rabiul Awwal 1443 / 22 October 2021

Friday, 16 Rabiul Awwal 1443 / 22 October 2021

Saudi Berlakukan Prosedur Baru Bagi Ekspatriat yang Tiba

Selasa 21 Sep 2021 12:54 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Saudi Berlakukan Prosedur Baru Bagi Ekspatriat yang Tiba. Petugas mengukur suhu penumpang di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi.

Saudi Berlakukan Prosedur Baru Bagi Ekspatriat yang Tiba. Petugas mengukur suhu penumpang di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi.

Foto: Al Arabiya
Ada dua cara memverifikasi status vaksinasi ekspatriat.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi (GACA) mengeluarkan surat edaran kepada semua maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Kerajaan, termasuk penerbangan swasta. GACA mengeluarkan aturan baru mengenai prosedur untuk memverifikasi status vaksinasi ekspatriat sebelum mereka naik penerbangan ke Arab Saudi.

Surat edaran tersebut menetapkan dua cara bagi pelancong ekspatriat untuk memverifikasi kelayakan mereka. Pertama, dengan menunjukkan status imunisasi mereka di aplikasi "Tawakkalna". Kedua, dengan mengirimkan laporan yang membuktikan imunisasi di Kerajaan melalui platform "Qudoom".

Baca Juga

Dilansir di Arab News, Selasa (21/9), pihak berwenang menekankan tindakan hukum akan diambil terhadap siapa pun yang melanggar ketentuan baru tersebut.

Dalam konferensi pers sebelumnya tentang perkembangan pandemi Covid-19, juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan indikator epidemiologi di Kerajaan dan dunia terus menurun. Dia mencatat hampir enam miliar orang di dunia telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Saat Kerajaan mendekati perayaan Hari Nasionalnya, Al-Abd Al-Aly mendesak semua orang untuk menyelesaikan dua dosis mereka dan terus mematuhi tindakan pencegahan. Arab Saudi pada Senin melaporkan enam kematian terkait Covid-19, menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 8.667 kasus.

Adapun kasus baru yang terkonfirmasi yakni sekitar 63 kasus, yang tersebar di Makkah sebanyak 13 kasus, 13 di wilayah Riyadh, tujuh di Provinsi Timur, dan lima di Madinah. Total kasus positif saat ini berjumlah 546.612 kasus. Sebanyak 2.343 kasus tetap aktif, di mana 339 pasien dalam kondisi kritis.

Kementerian mengatakan 71 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 535.602. Kementerian Perdagangan melakukan 48.273 tur inspeksi selama dua minggu terakhir untuk memastikan bahwa perusahaan dan outlet komersial di semua wilayah Kerajaan mengikuti langkah-langkah pencegahan. Pihak berwenang mengeluarkan 1.143 denda untuk mereka yang melanggar.

Baca juga : Arab atau Yahudi yang Lebih Dulu Masuk Palestina?

Kota-kota di Kerajaan juga telah menutup beberapa gerai komersial sebagai bagian dari upaya mereka untuk memantau kepatuhan terhadap langkah-langkah kesehatan dan keselamatan untuk menghentikan penyebaran penyakit. Kotamadya Jeddah menutup 23 fasilitas selama 3.431 tur inspeksi yang dilakukan pada Ahad.

Pihak berwenang juga mengeluarkan denda kepada 23 bisnis lainnya. Pejabat telah mendesak masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran kesehatan dengan menghubungi nomor 940 atau menghubungi pihak berwenang melalui aplikasi Balady.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA