Ahad 19 Sep 2021 17:52 WIB

Pengunjung Borobudur tak Tahu Harus Siapkan PeduliLindungi

Pembukaan wisata Candi Borobudur hari pertama masih ditemui banyak hambatan.

Pengunjung memindai barcode saat simulasi penggunaan aplikasi Pedulilindungi di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021). Kegiatan tersebut sebagai persiapan pelaksanaan kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Foto: Antara/Anis Efizudin
Pengunjung memindai barcode saat simulasi penggunaan aplikasi Pedulilindungi di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021). Kegiatan tersebut sebagai persiapan pelaksanaan kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Sebagian pengunjung Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, belum menyiapkan aplikasi pedulilindungi sebagai syarat masuk di objek wisata tersebut.

Pengunjung dari Surabaya, Ailin mengatakan belum mengetahui jika syarat masuk ke Taman Wisata Candi Borobudur harus menggunakan aplikasi pedulilindungi.

"Kami tadi sempat bingung, tetapi ada petugas yang membantu download, pelayanannya bagus," katanya.

Menanggapi penggunaan aplikasi tersebut sebagai syarat untuk masuk Taman Wisata Candi Borobudur, dia menyampaikan apresiasi karena ini juga demi keamanan diri sendiri.

Pengunjung dari Jakarta, Ana yang datang berombongan bersama familinya mengatakan sudah mengetahui dari media jika masuk Borobudur harus menggunakan aplikasi pedulilindungi.

"Saya dan anak saya sudah mengunduh aplikasi tersebut, tetapi beberapa saudara saya belum melakukan sehingga harus mengunduh aplikasi tersebut lebih dulu di lokasi sehingga tidak bisa langsung masuk," katanya.

General Manager Unit Manohara dan Unit Borobudur Jamaludin Mawardi mengakui pada uji coba penerapan aplikasi pedulilindungi di hari pertama di Borobudur ini masih dijumpai banyak hambatan. Bukan hanya dari sistemnya saja tetapi juga dari kesiapan para wisatawan terutama soal aplikasi pedulilindungi.

"Kami masih menjumpai banyak wisatawan yang belum mempersiapkan diri dengan mengunduh aplikasi pedulilindungi di smartphone mereka masing-masing. Hal ini mengakibatkan mereka tertahan, karena harus menginstal dulu aplikasi tersebut yang kadang tidak langsung berhasil sehingga memakan waktu," katanya.

Menurut dia memang perlu ada proses edukasi secara kontinyu, baik pada saat mereka berada di sini sebelum membeli tiket maupun sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung ke Borobudur.

"Melalui sosial media terus kami lakukan proses edukasi ini," katanya.

Ia menyampaikan pengunjung hari pertama uji coba objek wisata ini dari berbagai kota di Jawa, antara lain Bogor, Tangerang, Jakarta, dan sejumlah kota di Jateng.

"Saya kira mereka sengaja datang, mungkin sudah mendapat informasi bahwa hari ini Candi Borobudur sudah bisa dikunjungi," katanya.

Ia menjelaskan masa uji coba pembukaan Candi Borobudur di tengah pandemi ini pengunjung harus menjalani beberapa tahap pemeriksaan, begitu masuk di pintu gerbang dipastikan oleh petugas keamanan bahwa mereka harus sudah vaksinasi dengan bukti kartu vaksin dan bukti lainnya.

Selain itu, katanya dipastikan tidak ada anak-anak di bawah 12 tahun dan sudah mengunduh aplikasi peduli lindungi. "Anak di bawah 12 tahun belum diizinkan karena memang mereka belum divaksin. Jadi substansinya bukan anak-anak tetapi vaksinasinya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement