Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Menhan Belanda Mundur karena Masalah Pengungsi Afghanistan

Ahad 19 Sep 2021 08:46 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

 Seorang gadis dari Afghanistan menunggu dengan pengungsi lain untuk terbang ke Amerika Serikat atau lokasi penyelamatan lainnya di gerbang keberangkatan darurat di dalam gantungan di Pangkalan Udara Amerika Serikat di Ramstein, Jerman, Rabu, 1 September 2021

Seorang gadis dari Afghanistan menunggu dengan pengungsi lain untuk terbang ke Amerika Serikat atau lokasi penyelamatan lainnya di gerbang keberangkatan darurat di dalam gantungan di Pangkalan Udara Amerika Serikat di Ramstein, Jerman, Rabu, 1 September 2021

Foto: AP/Markus Schreiber
Menhan Belanda mengaku tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, ROTTERDAM -- Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld pada Jumat (17/9) mengundurkan diri, karena masalah evakuasi pengungsi dari Afghanistan di tengah pengambilalihan Taliban. Bijleveld juga dikecam karena penundaan evakuasi warga sipil dari Afghanistan.

Bijleveld mengatakan, dia tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia  akan mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Belanda Willem Alexander. Setelah perdebatan sengit pada Rabu, parlemen Belanda mengeluarkan mosi kecaman terhadap pemerintah atas penanganan evakuasi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag juga mengundurkan diri setelah majelis rendah parlemen mengkritik pemerintah atas penanganan evakuasi dari Afghanistan. Kaag mundur setelah parlemen memberikan suara untuk mengutuk pemerintah atas penanganan evakuasi tersebut.

"DPR menganggap pemerintah telah bertindak tidak bertanggung jawab," kata Kaag, dilansir Anadolu Agency, Ahad (19/9).

Sebelum pemungutan suara di parlemen, Bijleveld telah mengatakan bahwa dia tidak berniat untuk mengundurkan diri terlepas dari apapun hasilnya. Namun pada akhirnya, dia mengikuti jejak Kaag untuk mundur dari jajaran menteri.
Bijleveld adalah anggota Christian Democratic Appeal (CDA). Dia menjabat sebagai menteri pertahanan pada 2017.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA