Ahad 19 Sep 2021 06:45 WIB

Israel Rogoh 30 Juta Dolar untuk Buru Tahanan Palestina

Polisi sebut ini adalah perburuan paling mahal dalam sejarah Israel.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
 Seorang penjaga penjara berdiri di penjara Gilboa di Israel utara, Senin, 6 September 2021. Pasukan Israel pada hari Senin melancarkan perburuan besar-besaran di Israel utara dan Tepi Barat yang diduduki setelah beberapa tahanan Palestina melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi di sebuah pelarian yang sangat langka.
Foto: AP/Sebastian Scheiner
Seorang penjaga penjara berdiri di penjara Gilboa di Israel utara, Senin, 6 September 2021. Pasukan Israel pada hari Senin melancarkan perburuan besar-besaran di Israel utara dan Tepi Barat yang diduduki setelah beberapa tahanan Palestina melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi di sebuah pelarian yang sangat langka.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pada 6 September lalu, Israel melancarkan perburuan terbesar dalam sejarah. Pasukan Israel memburu enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Gilboa, yang terkenal memiliki keamanan tinggi.  

Operasi perburuan tersebut sejauh ini telah menelan biaya 30 juta dolar AS. Media Israel, KAN, melaporkan bahwa, perburuan terhadap enam tahanan Palestina itu telah merugikan Israel antara 3 juta dolar AS dan 6 juta dolar AS per hari. "Ini adalah perburuan paling mahal dalam sejarah Israel," ujar seorang sumber polisi, dilansir Middle East Monitor, Ahad (19/9).

Baca Juga

Selama 14 hari berturut-turut, tentara Israel dan dinas intelijen Shin Bet bergabung dengan polisi untuk mencari tahanan Palestina. Mereka mengerahkan drone dan helikopter. Bahkan, mereka juga mendirikan ratusan pos pemeriksaan.

Pasukan gabungan berhasil menangkap empat tahanan Palestina yang kabur. Sementara dua lainnya masih buron. Pihak keamanan Israel belum menemukan jejak mereka. Pihak keamanan menduga salah satu dari dua tahanan yang masih buron itu telah memasuki Jenin.

Pasukan Israel pada Sabtu (11/9) kembali menangkap dua dari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Israel dengan keamanan maksimum. Kedua pria itu ditemukan bersembunyi di tempat parkir truk di sebuah desa Arab di Israel utara, dekat kota Nazareth.

Rekaman video yang dibagikan oleh Polisi Israel menunjukkan, petugas membawa kedua tahanan yang kabur dengan penutup mata dan borgol. Petugas membawa mereka ke dalam kendaraan polisi. Beberapa jam sebelumnya, polisi Israel telah menangkap dua tahanan lainnya, sehingga total tahanan yang telah ditangkap menjadi empat. Sementara  dua sisanya masih buron.

Salah satu pria yang ditangkap pada Sabtu pagi adalah Zakaria Zubeidi, yang merupakan mantan komandan kelompok bersenjata Brigade Martir Al Aqsa Fatah di kota Jenin, Tepi Barat. Zubeidi sebelumnya pernah menerima amnesti Israel. Dia kembali ditangkap oleh Israel pada 2019, karena diduga terlibat dalam penembakan. Sementara lima tahanan lainnya adalah anggota kelompok militan Jihad Islam.

Di seberang Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, warga Palestina menggelar aksi protes untuk mendukung para tahanan yang melarikan diri tersebut. Mereka dinilai sebagai pahlawan dalam perjuangan Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka dan merebut kembali wilayah yang dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mengatakan warga Palestina yang terlibat dalam kegiatan kekerasan anti-Israel, merupakan bagian dari teroris.

Kemenangan besar

Sementara faksi-faksi Palestina menilai kaburnya tahanan dari penjara Gilboa sebagai kemenangan besar. Pembobolan penjara dipandang sebagai kegagalan keamanan dan intelijen Israel.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement