Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Kesalahan Fatal Buat Madura United Telan Pil Pahit

Sabtu 18 Sep 2021 19:26 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Penyerang Madura United FC David Laly (kedua kanan) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1-2021/2022 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/9). Dalam pertandingan tersebut Bhayangkara FC mengalahkan Madura United dengan Skor 1-0. Foto: Republika/Abdan Syakura

Penyerang Madura United FC David Laly (kedua kanan) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1-2021/2022 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/9). Dalam pertandingan tersebut Bhayangkara FC mengalahkan Madura United dengan Skor 1-0. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Atas hasil tersebut Madura United berada di posisi 12 dengan dua poin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Madura United kembali menelan hasil minor di laga pekan ketiga kompetisi Liga 1 2021/2022. Madura United kalah 0-1 dari Bhayangkara FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/9). 

Madura United tertinggal satu gol sejak babak pertama akibat gol Ezechiel N'Douassel. Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan menyebut kebobolan tersebut berasal dari  kesalahan fatal timnya.

"Sebetulnya kami tidak banyak melakukan kesalahan tapi ada sedikit terpancing beberapa situasi yang terjadi karena memang mereka punya ruang di belakang yang dimanfaatkan, satu kesalahan fatal," kata RD, sapaan Rahmad Darmawan usai laga. 

RD mengakui permainan tim semakin baik di babak kedua. Dia menyebut tim akhirnya bisa menguasai pertandingan dan bisa mengontrol diri untuk tidak terpancing emosi. Sayangnya, Madura United gagal membuat gol penyeimbang hingga laga usai.

"Namun kami  belum sempat menyusul lawan yang sudah mencetak gol di babak kedua," kata RD.

Salah satu perubahan yang dilakukan RD adalah menarik tiga pemain dan menggantinya dengan pemain lain seperti Asep Berlian, Kevy Syahertian, dan Ronaldo Kwateh. Adapun Kevy dan Ronaldo adalah pemain muda.

"Dengan kondisi tadi ada penurunan fisik secara drastis di menit 70 sehingga kita memutuskan mengganti beberapa pemain untuk bisa membangun tim secara keselurhan," kata RD.

"Ada perbaikan di beberapa momen yang bisa buat tim lebih tenang, itu resiko yang saya ambil dan saya apresiasi anak-anak di babak kedua bermain dengan //fight//," kata mantan pelatih Timnas U-23.

Sementara itu pemain Madura United, Bayu Gatra mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Dia mengakui akan memperbaiki kesalahan pemain lewat evaluasi yang diberikan jajaran pelatih dan tampil lebih baik lagi di babak berikutnya. 

"Kami kecewa, tapi ini sepak bola, banyak pertandingan di depan, kita harus berbedan dan lebih baik lagi di laga berikutnya. Kita hanya butuh kerja keras lagi agar bisa meraih tiga poin," kata Bayu.

Atas hasil tersebut Madura United berada di posisi 12 dengan dua poin. Selanjutnya Madura United akan bertemu dengan PSS Sleman, Sabtu (25/9).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA