Sabtu 18 Sep 2021 12:52 WIB

Bangkai Pesawat Rimbun Air Belum Evakuasi

Penyebab jatuhnya pesawat pembawa logistik itu belum diketahui.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ilham Tirta
Kondisi pesawat Rimbun Air yang jatuh di Perbukitan Kampung Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Foto: AP/BASARNAS
Kondisi pesawat Rimbun Air yang jatuh di Perbukitan Kampung Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komandan Satgas Yonif Para Rider 501/BY, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan, proses evakuasi bangkai pesawat Rimbun Air yang jatuh di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua merupakan wewenang pihak maskapai. Namun, Arfa menyebut, hingga kini belum ada keputusan dari pihak Rimbun Air untuk mengevakuasi pesawat tersebut.

"Untuk (evakuasi) bangkai pesawat memang tergantung dari pihak maskapai Rimbun Air. Nanti entah mau dibawa dan lain sebagainya," kata Arfa saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (18/9).

Meski demikian, dia memastikan, tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas telah mengamankan sejumlah barang penting yang berada di dalam pesawat nahas tersebut. Di antaranya, yakni berupa black box dan manual operation book.

"Kemudian, panel perangkat elektrik yang penting, itu sudah kita cabut juga karena memang berdasarkan pertimbangan atau masukan dari tim Basarnas, ini perangkat-perangkat penting yang harus diamankan," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya pun masih menunggu kepastian penyebab pesawat Rimbun Air jatuh. Saat ini, dia menuturkan, tim Basarnas telah membawa black box pesawat tersebut ke Timika dan kemudian akan diserahkan kepada KNKT untuk dilakukan pemeriksaan.

Pesawat Rimbun Air sempat hilang kontak di sekitar Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pesawat itu dilaporkan terbang dari Nabire pukul 06.40 WIT, Rabu (15/9).

Airnav Sugapa melakukan komunikasi terakhir dengan pilot pada pukul 07.30 WIT sebelum dinyatakan hilang kontak. Pesawat ini diketahui tidak mengangkut penumpang dan hanya membawa bahan bangunan serta sembako.

Selang beberapa jam, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas dan masayarat setempat akhirnya menemukan pesawat jatuh di tengah hutan dan gunung sekitar 3,5 kilometer dari Bandara Bilorai, Sugapa dengan kondisi sebagian badan pesawat terlihat masih utuh. Namun, pada bagian kokpit pesawat mengalami kerusakan yang parah.

Tiga orang kru yang berada di dalam pesawat itu pun diketahui meninggal dunia. Mereka adalah Mirza selaku pilot, co-pilot Fajar, dan teknisi bernama Iswahyudi. Ketiga jenazah telah dievakuasi dan dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement