Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Qatar Tindak Sekolah Berikan Materi Kontra dengan Islam   

Kamis 16 Sep 2021 15:31 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Qatar berpegang teguh pada prinsip Islam dan adat istiadat. Kota Doha, Qatar.

Qatar berpegang teguh pada prinsip Islam dan adat istiadat. Kota Doha, Qatar.

Foto: EPA
Qatar berpegang teguh pada prinsip Islam dan adat istiadat

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA – Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi (MoEHE) Qatar mengatakan sebuah sekolah swasta menghadapi tindakan hukum setelah ditemukan memberikan sumber daya pendidikan untuk Kelas 10, yang menampilkan konten yang bertentangan dengan agama Islam dan nilai-nilai serta adat istiadat masyarakat Qatar. 

Dalam pernyataannya pada Rabu (15/9) di Twitter, kementerian tersebut mengatakan bahwa hal itu terungkap setelah orang tua mengeluhkan tentang masalah tersebut pada 14 September 2021.

Baca Juga

Menanggapi hal itu, pejabat yang berwenang di kementerian tersebut langsung mendatangi sekolah yang bersangkutan untuk memverifikasi hal tersebut.

Mereka kemudian menemukan bahwa sekolah tersebut memang melanggar surat edaran tentang revisi sumber daya pendidikan.

Pernyataan kementerian ini menegaskan, bahwa semua sekolah wajib mengkaji sumber-sumber pendidikan baru dan memastikan itu tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan agama Islam dan nilai-nilai serta adat istiadat masyarakat setempat.

Sekolah harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang di MoEHE sebelum mendistribusikan sumber daya pendidikan itu kepada siswanya masing-masing.

Sementara itu, sekolah swasta bersangkutan dikatakan telah diarahkan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk segera menghapus sumber daya pendidikan tersebut.

Di samping itu, kementerian mengatakan masalah tersebut telah dirujuk ke departemen terkait untuk mengambil tindakan hukum perihal pelanggaran itu.

"Dengan ini kami menyampaikan penghargaan yang tulus kepada orang tua yang menanggapi secara efektif pelanggaran ini, dan kami menegaskan kembali perhatian kami untuk mencegah pelanggaran tersebut. Kami meminta semua orang tua untuk bekerja sama dengan kami dan memberi tahu kami secara langsung tentang pelanggaran tersebut, jika ada, dengan menghubungi kami," kata MoEHE, dilansir di Gulf Times, Kamis (16/9).   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA