Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

TikTok Luncurkan Dukungan untuk Kesehatan Mental

Kamis 16 Sep 2021 02:21 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

(Foto: ilustrasi aplikasi TikTok)

(Foto: ilustrasi aplikasi TikTok)

Foto: Pixabay
Tiktok akan meluncurkan fitur baru untuk membantu kesejahteraan mental pengguna.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- TikTok telah mengumumkan serangkaian fitur untuk membantu pengguna yang berjuang dengan masalah kesehatan mental dan pikiran untuk bunuh diri. Fitur-fiturnya termasuk panduan tentang kesejahteraan dan dukungan untuk orang-orang yang berjuang dengan gangguan makan.

Ada juga fitur intervensi pencarian yang mengarahkan pengguna untuk mendukung sumber daya jika mereka mencari istilah seperti bunuh diri. Langkah ini dilakukan ketika platform saingan Instagram mendapat sorotan baru atas dampaknya terhadap kesejahteraan pengguna.
 
"Kami sangat peduli dengan komunitas kami, dan kami selalu mencari cara baru untuk memelihara kesejahteraan mereka. Itulah mengapa kami mengambil langkah tambahan untuk memudahkan orang menemukan sumber daya saat mereka membutuhkannya di TikTok." ujar TikTok dilansir di BBC, Rabu (15/9).
 
Sumber daya baru, yang menurut perusahaan akan diluncurkan secara global dalam beberapa bulan mendatang, termasuk panduan yang diperluas tentang gangguan makan. Ada juga fitur yang akan mengarahkan pengguna ke dukungan lokal, seperti Crisis Text Line, jika mereka mencari istilah seperti sebagai bunuh diri.
 
TikTok, seperti platform media sosial saingannya, telah mendapat sorotan tajam atas dampaknya terhadap kesehatan mental penggunanya, terutama remaja.
 
Sebuah laporan oleh Education Policy Institute dan The Prince's Trust awal tahun ini menemukan bahwa kesehatan mental remaja dirusak oleh penggunaan media sosial yang berlebihan. Lebih banyak anak perempuan yang mengalami perasaan depresi dan putus asa.
 
Pengumuman TikTok datang ketika The Wall Street Journal melaporkan bahwa Instagram telah berulang kali menemukan bahwa dalam situasi tertentu platform-nya dapat berbahaya bagi kesehatan mental pengguna remajanya.
 
Menurut laporan itu, perusahaan telah mempelajari dampak aplikasi pada kesejahteraan mental penggunanya yang lebih muda setidaknya selama dua tahun. Laporan itu juga mengatakan bahwa penelitian telah berulang kali menemukan bahwa aplikasi media sosial berbahaya bagi sebagian besar pengguna, terutama gadis remaja.
 
Dalam sebuah pernyataan panjang, Instagram mengakui adanya penelitian yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal, tetapi mengatakan cerita itu berfokus pada serangkaian temuan terbatas dan melemparkannya ke dalam cahaya negatif.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA