Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Scholes Kuliti Kesalahan Solskjaer di Laga Young Boys

Rabu 15 Sep 2021 14:04 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Muhammad Akbar

Gelandang Paul Scholes.

Gelandang Paul Scholes.

Foto: Reuters
MU semestinya tidak perlu khawatir dengan perbedaan jumlah pemain

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester United urung memetik poin saat mengawali kiprahnya di Liga Champions musim ini.

Bertandang ke markas Young Boys pada laga pembuka Grup F, Rabu (15/9) dini hari WIB, United dibekap tuan rumah, 1-2, meski sempat unggul terlebih dahulu lewat torehan gol Cristiano Ronaldo.

Pengoleksi lima gelar Ballon d'Or itu sukses memanfaatkan umpan dari Bruno Fernandes pada menit ke-13. Namun, sejak menit ke-35, United harus tampil dengan 10 pemain lantaran Aaron Wan-Bissaka menerima kartu merah.

Bek sayap asal Inggris itu diusir wasit lantaran tekel kerasnya terhadap salah satu pemain Young Boys. Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, kemudian merespon kondisi tersebut dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.

Jadon Sancho ditarik keluar dan digantikan oleh Diogo Dalot pada menit ke-37. Selain itu, Donny van de Beek juga digantikan oleh Raphael Varane pada pertengahan laga.

Pun dengan keputusan menarik keluar Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes pada 20 menit akhir laga. Keputusan pelatih asal Norwegia itu kemudian mendapatkan kritik keras dari mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes.

Menurut mantan gelandang yang mempersembahkan dua gelar Liga Champions buat United itu itu, sejak pertama kali melakukan pergantian pemain, United tidak bisa keluar dari bidang lapangan lantaran bertahan terlalu dalam.

Kondisi ini justru tidak menguntungkan buat United. Setan Merah, kata Scholes, semestinya tidak perlu khawatir dengan perbedaan jumlah pemain dan akhirnya memutuskan tampil bertahan.

United seharusnya bisa tetap menjaga intensitas dan tempo permainan dengan memasukan pemain-pemain yang memiliki kecepatan. ''Saya rasa, United gagal menangkap triknya.”

“Mereka tidak bisa keluar dari bidang lapangan sendiri karena bertahan terlalu dalam. Seharusnya, Solskjaer lebih dulu memasukan pemain-pemain yang memiliki kecepatan, seperti (Anthony) Martial atau (Mason) Greenwood.”

“Sayangnya, dia tidak melakukannya dan United harus membayar mahal akibat hal tersebut,'' tutur Scholes seperti dikutip Metro, Rabu (15/9).

Kesalahan Solskjaer ini seolah kembali mengingatkan Scholes terhadap kegagalan United memetik poin penuh dalam lawatan ke kandang Basaksehir pada penyisihan Grup H Liga Champions musim lalu.  Dalam laga itu, United itu dibekap tim asal Turki tersebut, 2-1.

''Laga ini seperti laga kontra Basaksehir pada musim lalu. Mereka juga berada di titik ini pada musim lalu dan menyesalkan kesalahan yang mereka buat,'' kata Scholes.

Pergantian pemain yang dilakukan Solskjaer itu memang menjadi awal petaka United di laga kontra Young Boys. Meski bisa menguasai permainan, United justru kecolongan pada menit ke-66 lewat gol Nicolas Ngamaleu.

Puncaknya, operan Jesse Lingard, yang masuk sebagai pemain pengganti, kepada David de Gea berhasil diintersep Jordan Siebatcheu dan berujung pada bobolnya gawang United pada menit ke-94.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA