Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

SpaceX Tunda Peluncuran Warga Sipil ke Ruang Angkasa

Selasa 14 Sep 2021 16:45 WIB

Red: Nur Aini

Elon Musk akan menjadi miliarder terbaru yang membawa warga sipil ke luar angkasa dengan sejumlah perbedaan besar dari pendahulunya Richard Branson dan Jeff Bezos.

Elon Musk akan menjadi miliarder terbaru yang membawa warga sipil ke luar angkasa dengan sejumlah perbedaan besar dari pendahulunya Richard Branson dan Jeff Bezos.

Elon Musk dengan Richard Branson dan Jeff Bezos bersaing di pariwisata luar angkasa

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Elon Musk akan menjadi miliarder terbaru yang membawa warga sipil ke luar angkasa dengan sejumlah perbedaan besar dari pendahulunya Richard Branson dan Jeff Bezos.

Perusahaan milik Musk, SpaceX, pada Senin (13/9) mengumumkan penundaan peluncuran 24 jam dari rencana awal dan akan lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, pada Rabu pukul 20.02 waktu setempat. Tidak seperti penjelajahan singkat ke luar angkasa yang dilakukan oleh Branson, Bezos dan kru sipil masing-masing pada musim panas lalu, Musk sendiri tidak akan berada di dalam kapsul Crew Dragon yang akan dibawa ke luar angkasa dengan roket Falcon 9.

Baca Juga

Empat astronaut sipil di armada itu akan menghabiskan tiga hari di luar angkasa sebelum mendarat di Samudra Atlantik.

Dalam peluncuran yang dilakukan Branson dan Bezos, kedua penerbangan melakukan perjalanan singkat ke luar angkasa sebelum mendarat kembali di tanah yang kokoh. Empat penerbang sipil dalam misi SpaceX, yang dijuluki "Inspiration4", akan mengangkut miliarder Jared Isaacman, yang merupakan pendiri dan CEO Shift4 Payments dan juga seorang pilot jet ulung.

Isaacman mengeluarkan biaya yang jumlahnya dirahasiakan untuk melakukan perjalanan itu. Misi tersebut juga akan mengangkut Hayley Arceneaux, seorang penyintas kanker tulang yang kemudian bekerja untuk Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude untuk pasien kanker.

Chris Sembroski, veteran Angkatan Udara dan insinyur data kedirgantaraan yang memenangkan kesempatan itu dalam undian, dan Sian Proctor, pengajar perguruan tinggi di negara bagian Arizona, juga akan ikut dalam misi tesebut.

Proctor mendapatkan kursinya dengan memenangkan kontes kewirausahaan yang diadakan oleh Isaacman. Ayah Proctor pernah bekerja untuk NASA selama misi Apollo pada 1960-an dan 70-an.

Keempatnya memiliki gelar kehormatan untuk misi itu, seperti "kepala petugas medis" dan "spesialis misi", meskipun gelar tersebut hanya bersifat seremonial. Keempatnya telah berlatih sejak mereka ditunjuk untuk mengikuti misi itu pada Maret.

Misi ini memiliki satu perbedaan signifikan lainnya dari penerbangan Branson dan Bezos. Crew Dragon SpaceX akan melakukan perjalanan jauh lebih dalam ke luar angkasa, di luar orbit Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Awal tahun ini, Musk mengolok-olok ketidakmampuan pesawat ruang angkasa Blue Origin milik Bezos untuk masuk lebih dalam ke luar angkasa, sementara sebelumnya Bezos meragukan kemenangan SpaceX dalam lelang kontrak perjalanan ruang angkasa pemerintah.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA