Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Ulama-Ulama yang Namanya Merujuk Nama Ibu Kandung 

Senin 13 Sep 2021 09:35 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Ibnu Taimiyah termasuk ulama yang namanya merujuk sang ibunda. Ilustrasi ualama

Ibnu Taimiyah termasuk ulama yang namanya merujuk sang ibunda. Ilustrasi ualama

Foto: Dok Republika.co.id
Ibnu Taimiyah termasuk ulama yang namanya merujuk sang ibunda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Untuk mengetahui silsilah keluarganya, biasanya nama tokoh Islam atau ulama dinisbatkan kepada nama ayahnya. Namun, tidak sedikit juga tokoh Islam yang namanya dinisbatkan kepada ibu mereka. Bahkan, beberapa dari mereka merasa bangga dinistabkan kepada ibunya.

Dilansir Masrawy, berikut para ulama yang namanya dinisbatkan kepada ibu mereka.

Baca Juga

Pertama, Ibnu Ummi Maktum

Sejumlah sahabat dipanggil dengan nama ibu mereka, yang menunjukkan bahwa garis keturunan wanita itu sebagai penghormatan. 

Salah satunya Abdullah Ibn Ummi Maktum RA, sahabat Nabi Muhammad SAW penyandang difabel netra. 

Ibunya adalah Ummi Maktum yang memiliki nama asli Atikah binti Abdillah bin Ankatsah bin Amir bin Makhzum bin Yaqadhah Al Makhzumiyah.

Abdullah Ibn Ummi Maktum masuk Islam sejak di Makkah dan ikut hijrah setelah perang Badar. Meskipun disabilitas netra, namun dia memiliki tugas yang sangat penting ketika di Madinah, yakni sebagai muadzin Rasulullah SAW bersama Bilal.

Abdullah Ibn Ummi Maktum juga merupakan seorang penyandang disabilitas yang menjadi penyebab turunnya surah \'Abasa. 

Saat itu Rasulullah SAW didatangi Abdullah ibn Ummi Maktum. Pada waktu itu Rasulullah SAW sedang mendakwahkan Islam kepada para pemuka Quraisy, termasuk Utbah bin Rabi’ah.

Abdulllah Ibn Ummi Maktum berkata, “Ajarkanlah aku apa yang telah Allah ajarkan kepadamu, dan mengulang-ulang perkataannya.” 

Namun, Rasulullah SAW tidak mau memutuskan pembicaraannya, dan beliau pun bermuka masam dan mengacuhkan Abdullah ibn Ummi Maktum, sehingga turunlah surah ‘Abasa sebagai teguran dari Allah SWT.

Kedua, Ibnu Habtah

Dia adalah seorang sahabat besar yang bernama Saad bin Buhair RA. Rasulullah Saw melihatnya pada saat perang Khandaq, dan waktu itu dia masih muda. 

Rasulullah SAW kemudian bertanya kepadanya, “Siapa kamu, Nak?” Dia berkata, “Saad bin Habtah.” Maka, Rasulullah mengusap kepalanya.

Dia dikenal dengan nama ibunya, yaitu Ibnu Habtah, yang merupakan putri Malik bin Amr bin Auf Al Ansariyah.

Ketiga, Ibnu Taimiyah

Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Abul Qasim Al Khadr bin Muhammad bin Al Khadr bin Ali bin Abdullah bin Taimiyah Al Haroni Ad Dimasqi. Dia lahir dan meninggal di Damaskus.

Dia adalah pengikut Mazhab Hanbali. Unutk selanjutnya ia lebih dikenal dengan panggilan Ibnu Taimiyah. 

Nama Taimiyah dinisbatkan kepadanya karena moyangnya yang bernama Muhammad bin Al Khadar melakukan perjalanan haji melalui jalan Tama’.

Sepulangnya dari haji, dia mendapati istrinya melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian diberi nama Taimiyah. Sejak saat itu lah keturunannya dinamai Ibnu Taimiyah sebagai peringatan perjalanan haji moyangnya itu.

Keempat, Muhammad bin Al Hanafiyah

Nama aslinya adalah Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, seorang anak dari Ali bin Abi Thalib RA. 

Sedangkan ibunya bernama Khaulah binti Ja'far Al Hanafiyah, yang dinikahi Ali setelah wafatnya Fatimah Az Zahra putri Nabi Muhammad. Karena itu, namanya kemudian dinisbatkan kepada nama ibunya tersebut.

Muhammad bin Al Hanafiyah adalah salah satu pahlawan Islam awal, dan dia memiliki pengetahuan yang luas. Dia memainkan peran utama dalam sejarah Islam dengan dua saudara laki-lakinya, yaitu Hasan dan Husain.

Sumber: masrawy

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA